Gubernur Gorontalo

Visi Misi Gusnar Ismail - Idah Syaidah Sudah Ditetapkan Jadi Gubernur dan Wagub Terpilih Gorontalo

Berikut visi misi Gusnar Ismail, Gubernur Gorontalo terpilih  dan Idah Syahidah, Wakil Gubernur Gorontalo terpilih periode 2025-2030.

Penulis: Aldi Ponge | Editor: Ponge Aldi
Dok Tribun Gorontalo/Tim Sukses Gusnar Ismail dan Idah Syahidah
GUBERNUR TERPILIH - Gusnar Ismail dan Idah Syahidah saat mendaftar jadi Calon Gubernur dan Cawagub di KPU Provinsi Gorontalo, Kamis (29/8/2024). Berikut visi misi Gusnar Ismail - Idah Syaidah yang sudah ditetapkan jadi gubernur dan wagub terpilih Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Berikut visi misi Gusnar Ismail, Gubernur Gorontalo terpilih dan Idah Syahidah, Wakil Gubernur Gorontalo terpilih periode 2025-2030.

Diketahui, KPU Gorontalo menetapkan Gusnar Ismail dan Idah Syahidah ditetapkan menjadi Gubernur dan Wagub Gorontalo terpilih di Gedung Grand Place Convention Center (GPCC) pada  Kamis (9/1/2024) malam.

KPU Gorontalo menetapkan keduanya karena tidak ada gugatan hasil pilkada dari pasangan lainnya.

Selanjutnya, DPRD Provinsi Gorontalo menetapkan sekaligus mengumumkan pasangan Gusnar- Idah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih untuk masa jabatan 2025-2030 pada Selasa (14/01/2025). 

Pasangan Gusnar Ismail dan Idah Syahidah unggul di Kabupaten Boalemo, Gorontalo.
GUBERNUR TERPILIH - Pasangan Gusnar Ismail dan Idah Syahidah, Gubernur dan Wagub Gorontalo terpilih. (DOK. Timses Gusnar-Idah/TribunGorontalo.com)

Berikut Visi Misi Gusnar Ismail dan Idah Syaidah

Visi

"Gorontalo Maju dan Sejahtera"

Misi:

-  Memanfaatkan letak geografis dengan IKN Nusantara untuk akselerasi pembangunan

-  Gorontalo keluar dari lima provinsi termiskin di Indonesia

-  Peningkatan pendapatan masyarakat

-  Mewujudkan infrastruktur pelayanan publik yang merata dan berkualitas

-  Menjadikan "Adat bersendikan syara, syara bersendikan kitabullah" sebagai spirit pembangunan dan kehidupan masyarakat

Program Unggulan

-  Peningkatan SDM

-  UMKM

-  Pertanian dan Perikanan

-  Pariwisata

-  Infrastruktur

Profil Gusnar Ismail, Gubernur Terpilih Gorontalo

Berikut profil Dr Ir Gusnar Ismail MM, Gubernur Terpilih Gorontalo.

Diketahui, KPU Provinsi Gorontalo sudah menetapkan Gusnar Ismail  dan  Idah Syahidah menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih Gorontalo periode 2025 -2030.

Gusnar Ismail dikenal sebagai birokrat dan politisi dari Partai Demokrat.

 Ia tercatat juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kota Gorontalo hingga Tenaga Profesional Bidang Sosial Budaya dan Politik Dalam Negeri Lemhannas RI.

Gusnar Ismail lahir pada 12 Desember 1959. Saat ini, ia telah berusia 65 tahun.

Gusnar Ismail telah memiliki istri yang bernama Nani Mokodongan.

Ia juga telah dikaruniai tiga anak.
 
Gusnar Ismail tercatat pernah mengenyam pendidikan di SD Negeri 1 Limboto tahun 1972.

Kemudian, ia melanjutkan sekolah di SMP Negeri 1 Limboto tahun 1975 dan SMPP Negeri Gorontalo tahun 1979.

Usai lulus dari SMP, ia mengambil studi S1 Fakultas Pertanian di Universitas Sam Ratulangi tahun 1985.

Setelah lulus dan mendapat gelar Sarjana, Gusnar Ismail kembali melanjutkan pendidikan S2 dan mendapat gelar Magister Manajemen dari STIE Widya Jayakarta tahun 2021.

Tak sampai di situ, ia mengambil S3 dan telah mendapat gelar Doktor dari Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga tahun 2010.

Gusnar Ismail mengawali karier sebagai Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kota Gorontalo tahun 1991.

Kemudian, ia ditunjuk menjadi Asisten Administrasi Pembangunan Setda Kota Gorontalo tahun 1996.

Dua tahun kemudian, ia pun dipercaya menjadi Ketua Bappeda Kota Gorontalo.

Pada tahun 2000, Gusnar Ismail diangkat menjadi Sekretaris Daerah Kota Gorontalo.

Setelah itu, ia mencalonkan diri dan terpilih menjadi Wakil Gubernur Gorontalo periode 2001 hingga 2006.

Untuk kedua kalinya, ia kembali terpilih sebagai Wakil Gubernur Gorontalo masa bakti 2006 hingga 2009.

Usai purna tugas sebagai Wakil Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail maju dan terpilih sebagai Gubernur Gorontalo pada 2009 hingga 2012.

Sebelum akhirnya kembali terpilih sebagai Gubernur Gorontalo periode 2025-2030, Gusnar Ismail pernah menjabat Tenaga Profesional Bidang Sosial Budaya dan Politik Dalam Negeri Lemhannas RI tahun 2020 hingga saat ini.

FULL Wawancara Eksklusif  Gubernur Terpilih Gorontalo Gusnar Ismail : Gebrakan Sang Pemimpin

Gubernur terpilih Gorontalo Gusnar Ismail dalam Tribun Podcast bertajuk Gebrakan Sang Pemimpin dipandu Manajer Konten TribunGorontalo.com di kediamannya, Jalan Brigjen Piola Isa, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo yang tayang tayang Youtube dan Facebook TribunGorontalo.com pada Kamis (15/01/2025) sore
TRIBUN PODCAST - Gubernur terpilih Gorontalo Gusnar Ismail dalam Tribun Podcast bertajuk Gebrakan Sang Pemimpin dipandu Manajer Konten TribunGorontalo.com di kediamannya, Jalan Brigjen Piola Isa, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo yang tayang tayang Youtube dan Facebook TribunGorontalo.com pada Kamis (15/01/2025) sore (Tangkapan Layar YouTube TribunGorontalo.com)

Gubernur terpilih Gorontalo Gusnar Ismail mengungkapkan sejumlah hal mengenai proyeksi pembangunan Provinsi Gorontalo selama periode masa jabatannya.

Hal itu ia jelaskan dalam Tribun Podcast bertajuk Gebrakan Sang Pemimpin yang dilaksanakan di kediamannya, Jalan Brigjen Piola Isa, Kelurahan Dulomo Selatan, Kecamatan Kota Utara, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Podcast ini dipandu Manager Conten TribunGorontalo.com, Aldi Ponge.

Podcast ini tayang Youtube dan Facebook TribunGorontalo.com pada Kamis (15/01/2025) sore

 Diketahui, Gusnar Ismail dan Idah Syahidah ditetapkan sebagai Gubernur terpilih  dan Wakil Gubernur terpilih Gorontalo pada pilkada 2024.

Keduanya merupakan tokoh Gorontalo yang memiliki latar dan trade record yang mumpuni untuk memimpin Gorontalo.

Gusnar Ismail pernah menjabat sebagai Penjabat Pemrov Gorontalo, Wakil Gubernur bahkan Gubernur Gorontalo.

Sementara Idah Syahidah, sebelumnya adalah anggota DPR RI Dapil Gorontalo. Ia juga adakah istri dari mantan Gubernur Gorontalo dua Periode, Rusli Habibie.

Berikut ini adalah wawancara eksklusif TribunGorontalo.com bersama Gusnar Ismail, Gubernur Gorontalo terpilih : 

Tribun : Pak Gubernur, apa saja kesibukan bapak usai ditetapkan KPU menjadi Gubernur Terpilih Gorontalo?

Gusnar Ismail : Setelah penetapan KPU kesiapan saya yaitu mempersiapkan diri sampai beberapa hari ke depan, yang jelas kita sudah siap begitupun dengan ibu Wagub, semua sudah kita siapkan.

Di samping itu, saya juga sudah meminta izin kepada Pj Gubernur Gorontalo, Rudy Salahuddin untuk untuk melakukan komunikasi dengan organisasi perangkat daerah.

Komunikasi itu secara garis besar mencakup dua yang pertama adalah memenuhi janji kampanye pilkada 2024 lalu.

Sehingga setelah pelantikan kita sudah bisa langsung action. Hal kedua ada mendiskusikan soal APBD Provinsi Gorontalo 2026. 

Kenapa? Karena saat ini APBD Provinsi Gorontalo 2025 sudah mulai berjalan dan sudah ada alokasinya masing-masing.

Kalau pelantikan dilakukan pada 7 Februari 2025, makan kita masih punya waktu panjang untuk membahas Rencana Anggaran Pembangunan Nasional (RAPBD) 2026.

Kalau nanti pelantikan dilakukan bulan Maret, maka kita akan menghadapi sejumlah kesibukan seperti puasa, hari raya Idul Fitri dan hari raya ketupat, saat itu psikologi para pejabat pasti belum pulih.

Nantinya itu akan berpengaruh pada penyusunan dana alokasi khusus (DAK). Sementara APBD kita ditunjang dari DAK. 

Kalau DAK tidak dibahas lebih awal, maka sudah pasti akan mengalami keterlambatan, sehingga tidak akan maksimal diserahkan oleh eksekutif ke DPRD. 

Nantinya di 2026, APBD Provinsi Gorontalo ditakutkan akan minim DAK. 

Jadi hal itu kemudian kita diskusikan dengan OPD yang ada DAK-nya. 

 Tribun : Tadi bapak menyinggung soal APBD 2025, apakah APBD 2025 jumlahnya masih sedikit. Apakah bisa memenuhi atau mendukung program-program bapak? 

Gusnar Ismail : Insya Allah bisa, karena kemarin saya juga sudah komunikasi dengan Ketua DPRD Provinsi Gorontalo perihal pergeseran anggaran. 

Hal itu semata-mata untuk mengakomodir program-program yang sudah dijanjikan kepada masyarakat. 

Misalnya untuk pengembangan sapi, mungkin belum bisa kita lakukan semua saat ini, baru sebagian kecil. 

Meskipun kecil, tapi bagi saya harus sudah ada yang kita lakukan untuk masyarakat. 

Tribun : Bagaimana tanggapan bapak soal APBD yang ditetapkan jauh sebelum penetapan Gubernur terpilih?. 

Gusnar Ismail : Kalau itu, tidak bisa dikaitkan, bukan tidak ada masalah, namun hasil pemilu tidak bisa disandingkan dengan APBD yang pembahasannya sudah ada time line waktu yang teratur. 

Dengan kata lain, Gubernur terpilih yang harus menyesuaikan dengan APBD. 

Tribun : Pak Gubernur, bagaimana tanggapan bapak soal APBD Gorontalo yang masih terbilang kecil, bahkan mengalami penurunan dari tahun lalu sebesar Rp 1,8 triliun menjadi Rp 1,6 triliun?. 

Gusnar Ismail : Makanya itu yang saya sampaikan tadi, saya sudah harus lebih cepat melakukan diskusi dengan berbagai OPD. 

Sehingga 2026 kita harus membuat konsep usulan dana yang memang benar-benar dibutuhkan masyarakat. 

Pada intinya proyeksi 2026 kita akan maksimalkan DAK, dana bagi hasil (DBH), dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). 

Nanti kita akan dorong instansi-instansi pada program-program dekonsentrasi. 

Yang kedua adalah bagaimana meraih atau mendorong kegiatan-kegiatan di lementerian/lembaga, dengan label kegiatan nasional tetapi pelaksanaannya di Gorontalo. 

Tribun : Bagaimana tanggapan bapak soal peran investor?. 

Gusnar Ismail : Investor atau swasta ini saya liat sangat berpengaruh terhadap peningkatan PAD Provinsi Gorontalo. 

Tribun : Pak Gubernur, Tribunners pengen tau apa gebrakan bapak di 100 hari kerja pasca pelantikan lebih khsusus pada program pelayanan publik atau yang langsung dirasakan masyarakat?. 

Gusnar Ismail : Yang pasti adalah lima program unggulan kami. Namun sementara kita persiapkan administrasinya di OPD adalah program pengembanganan UMKM. 

Demikian juga untuk bantuan-bantuan ternak. Meskipun belum sepenuhnya, namun kita sudah mau mulai. 

Tribun : Tadi sempat disinggung soal lima program unggulan, nah kalau untuk program pengembangan SDM itu nanti akan seperti apa?. 

Gusnar Ismail : Pertama adalah mensukseskan program makan bergizi gratis (MBG), kemudian kita memastikan semua anak wajib sekolah. 

Kita juga sudah diskusi dengan OPD terkait mengenai transformasi pembelajaran digital. 

Tribun : Dari lima program unggulan bagaimana konsep pengembang pariwisata lebih khusus Teluk Tomini dan hiu paus?

Gusnar Ismail : Yang menjadi prioritas kami yaitu membangun konektivitas, terlebih konektivitas dengan daerah tetangga. 

Konektivitas ini menjadi arteri dan aksesibilitas strategi agar wisata luar daerah bahkan nasional bisa tertarik dan berkunjung ke Gorontalo. 

Kemudian adalah menyiapkan fasilitas dengan pengembangan lokasi wisata itu sendiri. 

Tribun : Pak Gubernur, Gorontalo ini dari sektor peternakan terutama sapi saat ini rutin melakukan ekspor ke berbagai daerah. Apakah ke depan akan ada inovasi atau pengembangan? 

Gusnar Ismail : Saya lihat data statistik, industri Gorontalo masih sangat rendah. 

Apa yang kita produksi ekspor selalu dalam bentuk mentah seperti jagung dan sapi hidup. 

Seperti ternak sapi, kita berencana membangun rumah potong hewan, sehingga sapi tidak lagi dikirim dalam kondisi hidup. 

Hal ini juga sejalan dengan program nasional yakni hilirisasi dan industrialisasi. 

Namun memang kita harus butuh investor untuk mendukung program-program ini.

Begitupun dengan jagung, kita harus ada industri pengelolaannya juga. 

Tribun : Pak Gubernur, bagaimana bapak melihat posisi Gorontalo yang dekat dengan ibu kota negara? 

Gusnar Ismail : Memang secara geografis kita dekat. Posisi strategis ini nanti akan mendorong ekspor ke IKN. Pelabuhan harus beroperasi maksimal, karena itu yang menjadi penunjang utama. 

Namun yang jadi pertanyaan apa yang mau kita muat ke sana? Sehingga saya bilang tadi seperti sapi dan jagung itu kita harus sudah siap. 

Tribun : Pak Gubernur, bagaimana rencana bapak agar Gorontalo keluar dari posisi lima provinsi termiskin?. 

Gusnar Ismail : Yang pertama adalah manajemen kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. 

Misalnya daerah harus mendorong program-program pengentasan kemiskinan, itu harus sejalan dengan program pusat termasuk provinsi. 

Kemudian, kita harus mementakan angka kemiskinan sesuai kondisi di lapangan, siapa yang miskin dan apa yang mereka butuhkan.

Upaya selanjutnya adalah fokus, pemberantasan kemiskinan jangan hanya slogan saja tapi agendanya hanya rapat, itupun diluar daerah.

Rapat diluar daerah akan dikurangi, karena uanganya justru mengalir keluar, padahal kita punya fasilitas di sini. 

Kita berhadap kegiatan nasional dibuat di Gorontalo, tapi kegiatan kita disini justru dibuat di luar daerah. 

Kalau kegiatan nasional dilaksanakan di Gorontalo, maka perputaran uang akan lebih banyak juga di sini. 

Tribun : Pak Gubernur sempat menyinggung soal kolaborasi dengan pemerintah daerah, bagaimana cara bapak berkolaborasi dengan kepala daerah berbeda partai pengusung dengan bapak?

Gusnar Ismail : Saya bukan soal berbeda pantai pengusungnya, tapi kepala daerah yang terpilih ini adalah orang-orang yang punya pengalaman. 

Saya yakin dan percaya tidak akan ada pertentangan, mereka berpengalaman insyaallah akan lebih mudah berkolaborasi. 

Tribun : Gorontalo kaya dengan sumber daya alam (SDA) khsusus pertambangan sendiri, bagaimana rencana bapak? 

Gusnar Ismail : Yang jelas kita akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah. 

Pada intinya pertambangan yang tidak memiliki izin itu harus berizin, tambang juga bisa mendorong PAD, yang jelas muaranya untuk kesejahteraan rakyat. 

Tribun : Pak Gubernur, jelang pelantikan apakah bapak sudah pesan seragam, sepatu dan lain-lain? 

Gusnar Ismail : Sudah, kemarin sudah saya telefon, sudah dipotong/gunting dan lain-lain, Insya Allah sudah. 

Keseharian saya ya seperti ini, olahraga pagi hanya jalan, kemudian melayani para tamu. 

Tribun : Sebelum maju di pilkada, bapak sebagai dosen di Lemhanas, bepak kemudian mundur padahal tidak diwajibkan, apa yang ingin bapak ajarkan di sini? 

Gusnar Ismail : Saya saya ingin sampaikan itu, ketika saya mau maju saya harus memenuhi semua ketentuan. 

Yang saya pahami ketika mau maju harus mengundurkan diri dari jabatannya, termasuk jabatan-jabatan dimana ia menerima intensif. 

Terlepas dari ketentuan teknis lainnya, Lemhanas ini adalah lembaga strategis, sehingga saya mengajukan surat pengunduran. 

Meski tidak dipersyaratkan, tapi ada perspektif yang berada, sehingga saya menjaga itu untuk menjaga independensi Lemhanas. 

Namun ketika sewaktu-waktu diperlukan sebagai narasumber, saya pasti ke sana. 

Tribun :  Seiring berjalannya waktu perkembangan sosial media makin pesat, bagaimana tanggapan bapak jika menerima kritikan-kritikan di media sosial? 

Gusnar Ismail : Silahkan saja, itu masukan bagi kami dan saya pikir itu normal saja sepanjang itu yang baik-baik. 

Memang ada narasi-narasi yang tidak baik, jadi kita harap maklum saja. 

Nanti kita juga akan mengembangkan kebijakan publik yang melibatkan sejumlah pihak sebelum suatu regulasi keluar.

Setiap kebijakan paling tidak dikaji dan didiskusikan dulu dengan masyarakat, perguruan tinggi, wartawan, pemerintah. 

Jangan dulu langsung diambil kebijakan, lempar dulu ke masyarakat, buka kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan pendapatnya. 

Tribun : Terkahir pak, apa pesan bapak kepada Tribunners yang ada di Gorontalo? 

Gusnar Ismail : Saya kira memberikan pemikiran yang baik di status sosial media facebook Instagram, namun harus bijaksana menggunakan media sosial. 

Tidak saja dalam konteks pelanggaran hukum, tetapi yang produktif, nyanyi-nyanyi boleh tetapi produktif. Kita berdiskusi dengan muatan (edukasi) sehingga kita saling mencerahkan. (*/Aldi/Jian)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved