Program Gubernur Gorontalo

Gubernur Gorontalo Proyeksi Program Taksi Nelayan, Sekali Melaut Potensi Pendapatan Rp 1,7 Juta

Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail saat ini memproyeksikan program khusus para nelayan. 

Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu
TAKSI NELAYAN: Potret sejumlah nelayan di Pangkalan Penangkapan Ikan (PPI) Tenda, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Selasa (14/1/2025). Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail gagas program taksi nelayan. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail saat ini memproyeksikan program khusus para nelayan. 

Program ini diharapkan dapat mendorong kesejahteraan dan taraf hidup nelayan di Gorontalo. 

"Ini program di bidang perikanan yang gagas, namanya Taksi Nelayan," ungkapnya Gusnar saat memaparkan program kerjanya di Kantor DPRD Provinsi Gorontalo, Senin (10/3/2025). 

Selama ini kata Gusnar, program bantuan kepada para nelayan hanya berupa kapal, perahu, mesin, dan peralatan tangkap lainnya. 

Namun setelah penyerahan bantuan dilakukan, keberadaannya tak lagi diketahui. 

Kalau pun tetap difungsikan oleh para nelayan, namun perawatannya tak dilakukan dengan baik. 

Sehingga diperlukan perubahan metode dan sistem manajemennya. 

"Pada saat upacara penyerahan hebat sekali, tapi setelah selesai upacara nggak tahu ada di mana itu kapal-kapal," ujar Gusnar. 

Program 'Taksi Nelayan' yang ditawarkan ini, nanti akan ada kapal besar milik pemerintah, dikelola dalam manajemen pemerintah, namun pengemudi kapal dan nelayan adalah masyarakat. Taksi nelayan mengadopsi skema taksi uber. 

Skema sederhananya, kelompok A yang terdiri dari beberapa orang mendapat kesempatan melaut semalaman. 

Ikan dan seluruh hasil tangkapan dijual di tempat pelelangan ikan (TPI) setempat. 

"Kami sudah menghitung, kurang lebih setiap nelayan bisa membawa pulang uang sebesar Rp 1.740.000," bebernya. 

Setelah itu, kelompok yang lain akan melakukan hal yang sama, begitu seterusnya secara bergilir. 

Jika gagasan ini sukses dilaksanakan, Gusnar memastikan akan terjadi pemerataan pendapatan bagi para nelayan. 

Namun karena keterbatasan anggaran, saat ini direncanakan baru ada 3-4 kapal yang nanti akan beroperasi. 

Halaman
1234
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved