Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Internasional

China Gugat AS ke WTO atas Tarif Dagang, Kanada Cari Alternatif Perdagangan

Trump sebelumnya memerintahkan pengenaan tarif pada barang dari Meksiko, Kanada, dan China dengan alasan menghambat aliran fentanyl—serta imigran ileg

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto China Gugat AS ke WTO atas Tarif Dagang, Kanada Cari Alternatif Perdagangan
DOC
BENDERA: Bendera China dan Amerika dalam sebuah acara seremonial. GUGAT AMERIKA: China resmi mengajukan gugatan ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) terhadap tarif yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- China resmi mengajukan gugatan ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) terhadap tarif yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump terhadap barang-barang asal China, menurut pernyataan dari organisasi yang berbasis di Jenewa itu.

Trump sebelumnya memerintahkan pengenaan tarif pada barang dari Meksiko, Kanada, dan China dengan alasan menghambat aliran fentanyl—serta imigran ilegal untuk Meksiko dan Kanada. Namun, tarif untuk Kanada dan Meksiko akhirnya ditangguhkan.

Sebagai bagian dari negosiasi, Trump menunda tarif terhadap Kanada selama 30 hari dengan imbalan konsesi dalam penegakan perbatasan dan kejahatan.

Sementara itu, Meksiko mengerahkan 10.000 pasukan ke perbatasannya di utara, sebagai janji Presiden Claudia Sheinbaum kepada Trump untuk menunda tarif.

China, yang dikenai tarif sebesar 10 persen pada ekspor barangnya, menegaskan akan menantang kebijakan tersebut di WTO.

Dalam pernyataannya, pemerintah China menilai langkah AS tidak sesuai dengan kewajibannya dalam perjanjian perdagangan internasional.

"China berhak untuk mengajukan tindakan dan klaim tambahan selama konsultasi maupun dalam permintaan pembentukan panel di masa depan," demikian pernyataan resmi dari Beijing.

Kanada Berupaya Kurangi Ketergantungan pada AS

Di sisi lain, Kanada mulai mencari alternatif perdagangan guna mengurangi ketergantungan terhadap AS setelah ancaman tarif dari Trump.

Perdana Menteri Justin Trudeau mengumumkan bahwa para pemimpin bisnis dan tenaga kerja Kanada akan bertemu di Toronto pada Jumat ini untuk membahas strategi diversifikasi perdagangan.

Langkah ini memperkuat seruan lama agar Kanada tidak terlalu bergantung pada AS, yang menyerap 75 persen dari total ekspor barang dan jasa negara itu.

"Pertemuan ini akan membahas cara memperkuat ekonomi Kanada, mempercepat pembangunan infrastruktur, memperluas pasar ekspor, dan meningkatkan produktivitas," kata Trudeau dalam pernyataannya.

Sementara itu, data pemerintah AS menunjukkan bahwa defisit perdagangan negara itu melonjak pada tahun 2024, mencapai angka tertinggi kedua dalam sejarah.

Defisit perdagangan AS secara keseluruhan meningkat 17 persen dibanding tahun sebelumnya, mencapai $918,4 miliar, akibat lonjakan impor yang melampaui ekspor.

Dengan situasi perdagangan global yang semakin panas, langkah China dan Kanada menjadi sorotan dunia dalam menghadapi kebijakan proteksionisme AS.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved