UMKM Gorontalo
Hanya Jualan Kue Pukis, UMKM Gorontalo Ini Mampu Cuan Rp 5 Juta per Hari
Berawal dari usaha kecil-kecilan sejak tahun 2006, Nining bersama suaminya kini telah mengembangkan bisnisnya hingga memiliki lima karyawan.
Penulis: Faisal Husuna | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/UMKM-GORONTALO-Nining-saat-sibuk-menyiapkan-pesanan-kue-pukis.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Siapa sangka, hanya dengan berjualan kue pukis, seorang pedagang di Gorontalo mampu meraup omzet hingga Rp 5 juta per hari.
Adalah Nining, sosok di balik usaha kue pukis yang kini menjadi primadona di kalangan warga Gorontalo.
Berawal dari usaha kecil-kecilan sejak tahun 2006, Nining bersama suaminya kini telah mengembangkan bisnisnya hingga memiliki lima karyawan.
Berbagai varian rasa seperti pandan coklat, keju, kacang, dan original, membuat dagangannya selalu ramai diserbu pelanggan.
Baca juga: Pengusaha Jajanan Sehat asal Palu, Menyasar Pasar Gorontalo
“Saya hampir tidak ada waktu untuk duduk, karena sibuk melayani pelanggan. Alhamdulillah, dagangan saya selalu laris,” ujar Nining dengan penuh syukur.
Nining mengungkapkan bahwa akhir pekan menjadi waktu tersibuk dalam berjualan. Pada hari Sabtu dan Minggu, jumlah pelanggan meningkat drastis, membuatnya harus bekerja ekstra untuk memenuhi permintaan.
Awalnya, Nining berjualan di Pasar Sentral Kota Gorontalo sebelum akhirnya berpindah ke lokasi yang lebih strategis, seperti di samping Toko Mufida.
Kini, ia juga menyasar berbagai pasar harian, seperti Pelelangan Kota Gorontalo, Telaga, Andalas, Batudaa, dan Tapa.
Dengan harga jual antara Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu per porsi, kue pukis buatan Nining terus menarik minat pembeli.
Rasa pandan coklat dan keju menjadi varian favorit pelanggan.
Baca juga: Menikmati Keindahan Alam Gorontalo dari Puncak Meranti
“Pelanggan saya dari berbagai kalangan, mulai dari anak muda hingga orang tua. Bahkan ada yang sengaja membeli dalam jumlah banyak untuk dibawa pulang,” tambahnya.
Salah satu pelanggan setia, Rahmat Yahya, mengaku selalu membeli kue pukis Nining karena rasanya yang khas dan enak.
“Kue ini memang enak sekali. Saya paling suka rasa pandan coklat, pacar saya juga suka, jadi saya sering bawakan untuknya,” ujar Rahmat.
Meski omzet hariannya mencapai Rp 5 juta, Nining tetap harus memperhitungkan biaya operasional, seperti bahan baku dan gaji karyawan.
Namun, dengan kerja keras dan ketekunan, ia membuktikan bahwa usaha kecil pun bisa sukses dan berkembang.