Berita Viral

Fakta-fakta Tewasnya Budi Irawan Kepsek SD di Kalsel, Korban Sempat Minta Saran Polisi

Irawan diketahui merupakan kepala sekolah dasar di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan.

Editor: Fadri Kidjab
SHUTTERSTOCK/JAN H ANDERSEN via Kompas.com)
ILUSTRASI KEPSEK TEWAS - Budi Irawan, seorang kepala sekolah dasar di Kalimantan tewas ditikam oleh mantan pacar calon istrinya. Budi ditusuk oleh pelaku di warung milik RM di Desa Banua Kupang di Kecamatan Labuan Amas Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah pada Senin (27/1/2025) sekitar pukul 23.00 Wita. (Sumber foot: SHUTTERSTOCK/JAN H ANDERSEN via KOMPAS.COM) 

TRIBUNGORONTALO.COM – Budi Irawan (49) tewas dibunuh oleh mantan pacar calon istrinya.

Irawan diketahui merupakan kepala sekolah dasar di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan.

Berikut fakta-fakta tewasnya Irawan sebagaimana dilansir dari Tribunnews.com via KompasTV.

Korban Kepala Sekolah

Korban merupakan seorang kepala sekolah di salah satu SD di Desa Mantaas, Kecamatan Labuan Amas Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Sedangkan terduga pelaku berinisial MA (25), warga Banua Hanyar Kecamatan Labuan Amas Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Peristiwa pembunuhan ini terjadi di warung milik RM di Desa Banua Kupang di Kecamatan Labuan Amas Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah pada Senin (27/1/2025) sekitar pukul 23.00 Wita.

Sempat Konsultasi ke Polisi

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Labuan Amas Utara Ipda Lilik Hadrianto, menyebut korban sempat berkonsultasi ke Mapolsek sebelum peristiwa itu terjadi.

Menurut Lilik, korban mengaku mendapat gangguan dan ancaman dari pelaku, dan pihak kepolisian pun sempat memberi saran pada korban.

Pengancaman itu berkaitan dengan kegiatan korban yang sering berkunjung ke warung calon istrinya, RM (22). RM merupakan mantan kekasih pelaku. Polisi pun menyarankan agar korban jangan berkunjung saat malam hari.

"Korban datang ke Polsek konsultasi kepada saya. Kami sarankan, jika sudah direstui orang tuanya, nikahi saja dan jangan lagi berkunjung ke warung malam hari. Siang hari saja," kata Lilik, Selasa (28/1/2025) dilansir dari BanjarmasinPost.co.id.

"Kami juga sarankan calon istrinya jangan dulu buka warung. Kalaupun buka, jangan dia yang jaga, cukup anak buahnya saja," ujarnya.

Motif Cinta Segitiga

Lilik menuturkan, saat peristiwa penikaman terjadi, korban sedang berkunjung ke warung sang calon istri sejak setelah magrib.

"Rupanya Senin malam kemarin, mulai habis magrib dia berkunjung ke warung, hingga terjadilah peristiwa itu," sebut Lilik.

Menurut polisi, peristiwa pembunuhan ini dilatarbelakangi oleh masalah cinta segitiga.

"Motifnya cinta segitiga. Pelaku ditolak ayah RM ketika melamar. Yang diterima justru korban," ungkap Lilik.

Kronologi

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved