Tahun Baru Imlek Gorontalo
Umat Klenteng Tulus Harapan Kita Gorontalo Rayakan Tahun Baru Imlek, Doakan Daerah Jauh dari Bencana
Perayaan Tahun Baru Imlek 2205 yang dirayakan oleh umat Tionghoa di Klenteng Tulus Harapan Kita Gorontalo berlangsung khidmat.
Penulis: Faisal Husuna | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Klenteng-tulus-harapan-kita-2025.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Perayaan Tahun Baru Imlek 2205 yang dirayakan oleh umat Tionghoa di Klenteng Tulus Harapan Kita Gorontalo berlangsung khidmat.
Selain merayakan kebersamaan bersama keluarga dan orang terdekat, acara ini juga diwarnai dengan doa untuk keselamatan dan kesejahteraan seluruh masyarakat Gorontalo.
Ketua Dewan Penasehat Klenteng Tulus Harapan Kita Gorontalo, Rocky Lee menjelaskan bahwa perayaan Imlek kali ini banyak harapan dan doa yang dipanjatkan.
Seperti doa untuk menghindarkan daerah ini dari segala musibah dan bencana.
“Pada perayaan Imlek ini, kita berdoa tidak hanya untuk umat kita, tetapi juga untuk seluruh masyarakat Gorontalo. Kami berdoa agar Gorontalo dijauhkan dari segala musibah dan bencana.” ungkapnya.
Tak hanya itu, ia juga menyampaikan keprihatinan atas bencana banjir yang melanda beberapa wilayah di Gorontalo.
“Apalagi baru-baru ini kita mengalami musibah banjir, kita berdoa Gorontalo dijauhkan dari segala musibah," tutur Rocky.
Ia menambahkan, mereka juga berharap bahwa nanti perayaan Cap Go Meh, yang menjadi puncak dari rangkaian acara Imlek tersebut bisa dilaksanakan dengan lancar.
“Kami juga berharap, semoga Cap Go Meh, sebagai puncak dari rangkaian perayaan Imlek bisa dilaksanakan,” ujarnya.
Baca juga: 6 Tersangka Rudapaksa Gadis di Kabupaten Gorontalo Resmi Ditahan Polisi, 14 Hanya Wajib Lapor
Adapun tamu yang datang tidak hanya dari umat Tionghoa saja. Beberapa keluarga dan kerabat mereka yang beragam muslim pun datang menghadiri perayaan tahun baru tersebut.
Bahkan beberapa warga, banyak yang menyaksikan acara ini dari luar klenteng, mereka rela berdiri menunggu berjam-jam untuk melihat proses peribadatan.
Warga Tionghoa yang hadir rata-rata mengenakan pakaian serba merah.
Bukan tanpa alasan, warna merah pada perayaan Imlek memiliki makna yang sangat berarti bagi masyarakat Tionghoa.
Bagi mereka, warna merah bukan hanya sekadar simbol keberanian, tetapi adalah lambang kesejahteraan dan kemakmuran.
"Jadi warna merah ini bukan soal berani, namun ini melambangkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Tionghoa," kata Rocky.