Gempa Bumi
Gempa Bumi Baru Saja Terjadi Rabu Pagi 29 Januari 2025, Kedalaman 28 Km
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa berkekuatan magnitudo 3,5 ini terjadi di titik koordinat 3,23° Lintang Ut
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/GEMPA-BUMI-SULUT-29-Januari-2025-pukul-054958-Wita.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Gempa bumi baru saja menggguncang Sulawesi Utara pada Rabu pagi (29/1/2025) pukul 05:49 WITA.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa berkekuatan magnitudo 3,5 ini terjadi di titik koordinat 3,23° Lintang Utara (LU) dan 126,10° Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 28 kilometer.
Meski tergolong gempa bermagnitudo kecil, analisis kedalaman gempa menunjukkan bahwa peristiwa ini masuk dalam kategori gempa dangkal.
Gempa dangkal biasanya memiliki potensi lebih besar untuk dirasakan di permukaan karena energinya yang lebih dekat ke permukaan bumi.
Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan atau dampak yang dirasakan masyarakat di sekitar lokasi.
Koordinat gempa mengindikasikan bahwa pusatnya berada di sekitar kawasan perairan utara Sulawesi, yang menjadi salah satu wilayah dengan aktivitas tektonik aktif akibat pertemuan lempeng di Cekungan Laut Maluku.
Analisis Magnitudo dan Kedalaman
Gempa bermagnitudo 3,5 ini tergolong ringan, sehingga kecil kemungkinan menimbulkan kerusakan besar.
Namun, kedalaman hanya 28 kilometer menandakan bahwa energi gempa dipancarkan cukup dekat dengan permukaan bumi, yang berpotensi dirasakan oleh penduduk di sekitar episentrum.
Jika terdapat laporan masyarakat yang merasakan getaran, gempa ini dapat diklasifikasikan dalam Skala Intensitas MMI (Modified Mercalli Intensity) level II hingga III, yang berarti getaran ringan dirasakan oleh sebagian kecil orang di dalam ruangan.
Wilayah Rawan Aktivitas Tektonik
Sulawesi Utara dan sekitarnya memang berada di kawasan rawan gempa karena letaknya yang berada di zona pertemuan Lempeng Eurasia dan Lempeng Pasifik.
Aktivitas subduksi di zona ini sering kali memicu gempa bumi dengan berbagai skala. Kejadian pada pagi ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk terus waspada terhadap potensi gempa lebih besar yang dapat terjadi kapan saja.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi terkait perkembangan gempa ini.
Pemerintah daerah juga diharapkan terus meningkatkan edukasi mitigasi bencana untuk meminimalkan risiko korban jiwa dan kerugian di masa mendatang.
| Baru Saja Terjadi! Gempa Bumi di Pesisir Jawa Sabtu 28 Februari 2026, Kedalaman 10 Km |
|
|---|
| Gempa Bumi Baru Saja Terjadi Rabu Sore 25 Februari 2026, Cek Lokasi |
|
|---|
| Baru Saja Terjadi Gempa Bumi Dirasakan 24 Februari 2026! Terjadi di Darat Pulau Jawa |
|
|---|
| Baru Saja Terjadi! Gempa Magnitudo Perairan Jawa, Terjadi Malam Hari |
|
|---|
| Terkini! Gempa Bumi Senin Siang 23 Februari 2026, Cek Lokasi hingga Kedalama |
|
|---|