Human Interest Story
Cerita Dendi Hemeto Bertemu Suku Polahi di Hutan Boliyohuto, Diajak Jalan-jalan di Gorontalo Utara
Dendi Hemeto, Warga Desa Tolongio, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, bercerita tentang dirinya bertemu orang dari suku Polahi.
Penulis: Efriet Mukmin | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/dendi-Hemeto-dan-sima.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Dendi Hemeto, Warga Desa Tolongio, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, bercerita tentang dirinya bertemu orang dari suku Polahi.
"Awalnya kami pergi ke Boliyohuto Kabupaten Gorontalo untuk bekerja, kemudian di tengah perjalanan kami mendapati perkampungan Polahi" ujar Dendi kepada TribunGorontalo.com, Rabu (29/1/2025).
Dendi bersama dua temannya lantas berkenalan dengan orang-orang dari suku Polahi.
Menurut Dendi, orang-orang dari suku Polahi bekerja sebagai pengangkat barang.
Ada satu wanita yang menarik perhatian Dendi dan kawan-kawannya.
Ia adalah Sima. Wanita itu tak bisa berbahasa Indonesia.
Sima hanya bisa berbicara menggunakan bahasa daerah Gorontalo.
Sima memiliki tiga anak tapi ia sudah berpisah dengan suaminya.
Sima sering membawa beras menuju lokasi tambang. Ia dibayar seharga Rp 10 ribu per kilogram.
"Polahi di sana pakaiannya sudah sama seperti kita," jelasnya.
Dendi mengaku sudah akrab dengan orang-orang suku Polahi di hutan Boliyohuto.
Oleh karenanya, setelah Dendi dan teman-temannya keluar hutan, Sima tertarik ikut dengan mereka.
Setelah memastikan keluarga Sima mengizinkan, Dendi pun mengiyakannya.
Perjalanan dari hutan menuju rumah Dendi memakan waktu 12 jam.
Hutan itu terletak di pegunungan Boliyohuto. Kawasan tersebut hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki.
Sementara itu, kendaraan Dendi diparkir di Desa Juriati, Kecamatan Monano, Kabupaten Gorontalo Utara tepatnya di Hutan Tanaman Industri (HTI).
Setelah sampai di tempat parkiran motor, mereka pun langsung tancap gas. Saat melewati Pantai Monano, mereka singgah sebentar.
Melihat pantai untuk pertama kalinya, Sima terkejut. Ia takjub hingga mencoba merasakan airnya.
Sima kaget karena air laut terasa asin. Selama ini ia hanya merasakan air tawar.
Sima sontak bertanya, "Siapa yang menaruh garam di sini?"
Dendi dan dua rekannya pun tertawa terbahak-bahak.
Baca juga: Sosok Sima dari Suku Polahi Gorontalo, Kaget Air Laut Terasa Asin hingga Takut Masuk Indomaret
Tak lama berselang, mereka melanjutkan perjalanan ke Desa Tolongio.
Setibanya di rumah, tetangga Dendi terkejut melihat ada wanita asing.
Usai mengetahui wanita itu dari suku Polahi, masyarakat Desa Tolongio langsung mengajak Sima berswafoto.
Malam harinya Sima diajak oleh Dendi ke kantor Bupati Gorontalo Utara.
"Sima terkejut melihat kantor Bupati, bahkan ketika masuk Indomaret, ia merasa takut karena akan terjepit di pintu kaca. Setelah di dalam, dia merasa kedinginan. Kami pun membelikannya roti," jelas dendi.
Dendi lantas menceritakan keseharian Sima menginap di rumahnya.
Menurut Dendi, Sima memiliki handphone jenis android.
Handphone itu baru dibeli dari hasil Sima mengangkat barang bawaan orang lain di hutan.
Namun Sima hanya tahu mendengar musik karena dia tidak bisa membaca dan menulis.
"Setiap hari seperti itu, jika ada kuota akan nonton video. Jika tidak, hanya putar musik seharian," ungkap Dendi.
Sima rencananya akan kembali ke tempat asalnya besok, Kamis (30/1/2025). Ia berangkat bersama Dendi dan teman kerjanya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.