Rabu, 11 Maret 2026

Berita Viral

Meski Sehari Dapat Rp 50 Ribu, Junaedi Tukang Tambal Ban di Surabaya Bisa kuliahkan Anak

35 tahun jadi tukang tambal ban, Junaedi mengatakan bahwa kunci bahagianya adalah rajin shalat malam dan berpuasa Senin-Kamis.

Tayang:
Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Meski Sehari Dapat Rp 50 Ribu, Junaedi Tukang Tambal Ban di Surabaya Bisa kuliahkan Anak
KOMPAS.COM/AZWA SAFRINA/Tribun Jatim
Meski Sehari Dapat Rp 50 Ribu, Junaedi Tukang Tambal Ban di Surabaya Bisa kuliahkan Anak 

Menurutnya, meski penghasilan menjadi cosplayer tak menentu, namun konsostensi dia dalam berkarya dapat membuatnya tetap dilirik pengunjung.

Dari sanalah Eko mengumpulkan sedikit demi sedikit rupiah.

Ini demi mewujudkan mimpi sang anak untuk menjadi seorang dokter.

"Kerja aja tiap hari, untuk istri sama anak. Kerja saya dari pukul 10.00 WIB sampai 20.00 WIB," ungkap Eko.

Kendati demikian, Eko juga menambah penghasilan dengan cara berdagang bersama sang istri.

Aneka makanan, minuman, serta kreasi jajajanan ringan lain, ia jajakan di kawasan Kota Tua demi bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga. 

"Saya bikin semacam chicken (ayam goreng), jus, gitu. Jadi kadang-kadang kalau malam, beres cosplay bantu istri jualan, ya alhamdulillah anak bisa sekolah," pungkas dia.

Baca juga: Cerita Sudarmaji Pensiunan TNI Penjaga Taman Makam Pahlawan Gorontalo Sejak 1990

Dengan mengenakan seragam bak seorang jenderal, Eko berdiri tegap di samping motor berwarna merah tembaga, sembari memegang beberapa senjata.

Sesekali ia mematung dan memberi gaya hormat kepada pengunjung yang datang kepadanya untuk sekadar berswafoto.

Eko juga mewarnai wajahnya dengan makeup hingga berwarna cokelat keemasan agar nampak semirip mungkin dengan patung asli Laksamana Maeda.

Diketahui, Laksamana Maeda merupakan tokoh militer Jepang yang berjasa di balik kemerdekaan Indonesia.

Dia bahkan meminjamkan rumahnya untuk dipergunakan oleh tokoh-tokoh proklamator RI dalam perumusan naskah proklamasi.

Saat dihampiri Warta Kota, Eko mengaku sudah menjadi cospalyer sejak 2014 lalu.

Dia adalah generasi kedua yang meneruskan kiprah seniornya dengan tema "manusia humanoid".

Eko berujar, mulanya ia hanyalah seorang pedagang makanan di sekitar Kota Tua.

Baca juga: Cerita Ramdan Usman, Seorang Remaja di Gorontalo Utara yang Gemar Melaut

Sumber: TribunJatim
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved