Tribun Podcast
Kapolresta Gorontalo Kota Beber Angka Kriminalitas yang Lebih Tinggi Dibandingkan Kabupaten Lain
Hal ini diungkapkan oleh Kapolresta Gorontalo Kota, Kombespol Ade Permana, yang menyoroti tingginya potensi kejahatan di ibu kota provinsi ini.
Penulis: Faisal Husuna | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Kota Gorontalo mencatat tingkat kriminalitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan kabupaten-kabupaten lain di Provinsi Gorontalo.
Hal ini diungkapkan oleh Kapolresta Gorontalo Kota, Kombespol Ade Permana dalam TribunPodcast yang dipandu oleh Wawan Akuba. Ia menyoroti tingginya potensi kejahatan di ibu kota provinsi ini.
Ade menjelaskan bahwa berbagai kasus kriminal yang terjadi di Kota Gorontalo didorong oleh dinamika masyarakat perkotaan yang beragam.
Kasus penganiayaan, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dan pencabulan menjadi jenis kejahatan yang paling sering terjadi.
Baca juga: Hakim MK ke Kuasa Hukum Adhan Dambea Wali Kota Gorontalo Terpilih: Jangan Memprovokasi!
Menurutnya, kasus penganiayaan saja mencapai sekitar 100 kejadian dalam satu tahun dan KDRT ada 14 kasus.
"Banyak dari kasus ini dipicu oleh konsumsi minuman keras," ujar Ade dalam keterangannya.
Selain itu, Kota Gorontalo juga menghadapi persoalan peredaran narkoba, judi online, prostitusi, dan miras.
Pada tahun 2023, Polresta Gorontalo Kota berhasil menyita 400 liter miras jenis cap tikus, sementara pada tahun 2024 jumlahnya mencapai 300 liter.
Jumlah personel kepolisian yang terbatas menjadi tantangan tersendiri dalam mengatasi tingginya angka kriminalitas.
Dengan hanya 459 personel untuk mengawasi 9 kecamatan dan 50 kelurahan, jumlah tersebut jauh dari ideal yang membutuhkan setidaknya 800 personel.
"Meski secara kuantitas kami terbatas, kami terus mendorong anggota untuk meningkatkan kualitas kinerja dalam menjaga keamanan," tambah Ade.
Untuk menekan angka kriminalitas, Polresta Gorontalo Kota menginisiasi program Jumat Curhat dan Jumat Keliling.
Melalui program ini, pihak kepolisian dapat mendengarkan langsung aspirasi masyarakat dan merespons berbagai permasalahan yang ada.
Ade juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pihak kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Ia optimistis dengan kerja sama yang baik, berbagai persoalan kriminalitas di Kota Gorontalo dapat diminimalkan.
"Kami berharap dengan kolaborasi yang baik, baik melalui razia rutin maupun pemberdayaan komunitas, Kota Gorontalo dapat menjadi lebih aman dan nyaman bagi semua pihak," pungkasnya. (*)