Berita Gorontalo
11.884 Warga Tinggalkan Kota Gorontalo dalam Tiga Tahun Terakhir, Pindah Domisili Gara-gara Ini
Berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Gorontalo, sebanyak 11.884 warga tercatat pindah domisili ke luar daerah
Penulis: Faisal Husuna | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Konser.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Kota Gorontalo mengalami dinamika perpindahan penduduk yang signifikan dalam tiga tahun terakhir.
Berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Gorontalo, sebanyak 11.884 warga tercatat pindah domisili ke luar daerah pada periode 2022 hingga 2024.
Angka perpindahan ini menunjukkan tren fluktuatif. Pada tahun 2022, tercatat 2.900 warga meninggalkan Kota Gorontalo.
Jumlah ini melonjak tajam pada 2023 dengan 4.672 orang pindah keluar daerah.
Baca juga: Andu Lihawa, Pria Paruh Baya di Gorontalo Utara Tinggali Rumah Semi permanen, Tak Ada Jamban dan Air
Meski menurun sedikit pada 2024, angkanya tetap tinggi, yaitu sebanyak 4.312 orang.
Yusrianto Kadir, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Gorontalo, menjelaskan bahwa alasan utama perpindahan ini meliputi pekerjaan, pendidikan, dan perubahan status seperti pernikahan.
“Sebagian besar warga pindah karena urusan pekerjaan, melanjutkan pendidikan, dan perubahan status, seperti menikah atau mengikuti keluarga,” jelasnya.
Meski banyak warga yang pindah, Kota Gorontalo juga menerima pendatang dari luar daerah.
Meski begitu, selama periode yang sama, sebanyak 10.557 orang tercatat datang dan menetap di Kota Gorontalo.
Yusrianto menambahkan bahwa perpindahan penduduk ini merupakan hal wajar dalam sebuah kota yang terus berkembang.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk mengurus administrasi kependudukan dengan baik agar tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari.
Baca juga: 2.160 Orang Terdampak Banjir di Pohuwato Gorontalo
“Data administrasi sangat penting, baik bagi warga yang pindah maupun datang, untuk mendukung perencanaan pembangunan Kota Gorontalo yang lebih baik ke depannya,” tutupnya.
Sementara itu, jika mengambati jumlah penduduk, Kecamatan Kota Tengah tercatat sebagai kecamatan dengan jumlah penduduk terbesar di Kota Gorontalo, yaitu 27.321 jiwa.
Jumlah tersebut terdiri dari 13.471 laki-laki dan 13.850 perempuan. Dengan populasi yang cukup besar, Kota Tengah menjadi pusat aktivitas ekonomi dan sosial yang signifikan di wilayah tersebut.
Sebaliknya, Kecamatan Hulonthalangi memiliki jumlah penduduk paling sedikit di Kota Gorontalo, yaitu 16.913 jiwa, dengan distribusi hampir seimbang antara laki-laki (8.456 orang) dan perempuan (8.457 orang).