Pelecehan Mahasiswi Gorontalo
BREAKING NEWS: Eks Ketua HMI Gorontalo Terduga Pelaku Pelecehan Dipolisikan, Korban Kini Diperiksa
MAL alias Adrian eks Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Gorontalo resmi dilaporkan ke Polda Gorontalo.
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kasus-pelecehan-eks-ketua-hmi.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – MAL alias Adrian eks Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Gorontalo resmi dilaporkan ke Polda Gorontalo.
Menurut Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol Desmont Harjendro, laporan masuk ke SPKT Polda Gorontalo, pada Senin (23/12/2024).
"Laporannya sudah kami terima dan saat ini masih proses pemeriksaan karena baru dilaporkan. Kemarin (Senin) kita memeriksa korban," kata Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol Desmont Harjendro, saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com, Selasa (21/1/2024).
Desmont mengatakan pihaknya akan memeriksa beberapa saksi dan terduga pelaku.
"Selanjutnya pasti saksi-saksi dan juga terduga pelaku akan kita periksa untuk proses lebih lanjut," jelasnya.
Diketahui terduga pelaku merupakan Ketua HMI periode 2023/2024.
Ia diduga melecehkan mahasiswi saat kegiatan keorganisasian pada 2022.
"Jadi 2022 korban dan terduga pelaku adalah panitia. Mereka ada kegiatan seperti pengaderan, dalam suatu malam korban dipaksa diajak di sebuah rumah," terangnya.
"Di dalam rumah itulah korban mengaku dipaksa melakukan hal tak senonoh, dipegang-pegang, dilecehkan oleh terduga pelaku ini," ujar Desmont.
Usai kejadian tersebut, korban mengalami trauma mendalam hingga akhirnya memberanikan diri melapor ke Polda Gorontalo.
Desmont meminta setiap kejadian pelecehan seksual segera dilaporkan ke polisi.
"Kalau ada kejadian seperti ini segera melapor, jangan ditunda-tunda. Jangan ditahan-tahan supaya tidak menjadi rasa aman bagi si terduga pelaku dan bisa menimbulkan korban-korban lainnya," tuturnya.
Kronologi
Sebelumnya, mantan ketua HMI Cabang Gorontalo berinisial MAL dituding atas pelecehan terhadap adik angkatannya.
Borok MAL dibongkar oleh A, sosok senior organisasi 'hijau hitam' tersebut.
A membenarkan kejadian tudingan para korban.
Ia menyebut korban pelecehan lebih dari satu orang.
Kendati demikian, tak satu pun berani bersuara karena alasan sama, yakni menjaga marwah organisasi.
"Iya benar, di organisasi itu sudah banyak korban sekitar enam orang yang melapor ke saya. Tapi korban memilih untuk diam," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Senin (30/9/2024) malam.
Kata A, para korban saat ini mendapat pendampingan dari pihak organisasi yang sama.
"Sampai dengan saat ini korban-korban itu juga masih kami dampingi, hak-hak korban kami penuhi dan kemauannya kami ikuti," tambahnya.
Dugaan pelecehan yang dilakukan MAL sudah sejak dua tahun terakhir.
MAL sering melecehkan juniornya, mulai dari pelecehan verbal hingga mengajak junior wanitanya melakukan VCS (Video call seks).
"Korbannya ada yang sudah dua tahun lalu, setahun lalu, ada juga yang baru. Ada dengan non verbal, VCS, ada juga memaksa untuk begitu," ucapnya.
MAL Bantah Tudingan
Terpisah, MAL membantah tudingan dugaan pelecehan terhadap sejumlah mahasiswi.
Ia mengaku baru mengetahui informasi tersebut setelah dihubungi wartawan.
"Terus terang, saya baru tahu ini dan saya tidak merasa ini saya lakukan, itu tidak benar," ungkapnya saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com, Selasa (1/10/2024) sore.
Terduga pelaku ini bahkan menantang mahasiswi yang mengaku korban untuk melaporkan dirinya ke pihak berwajib.
"SPKT di Polsek dan Polres terbuka, silakan melapor saja jika itu benar. Kalau itu benar, saya sendiri yang akan menyerahkan diri, tapi kan ini saya tidak merasa melakukan," paparnya.
MAL mengatakan dirinya tidak pernah melecehkan juniornya.
"Bahkan saya bingung dengan dugaan ini, saya merasa tidak melakukan, tapi tiba-tiba ada isu," akunya.
MAL menceritakan bahwa dugaan pelecehan ini muncul di akun instagram bersamaan dirinya menerima SK dari pimpinan organisasi pusat.
MAL ditunjuk menjadi ketua orma pada Maret 2024.
"Cuma waktu saya biarkan, banyak yang tanya ke saya. Saya abaikan karena saya tidak merasa melakukan," terangnya.
MAL bilang, tempat korban kekerasan seksual bernaung di organisasi hijau hitam saat ini tidak pernah membahas masalah pelecehan di lingkup internal.
"Tidak pernah masuk laporan ke saya, yang kata sudah di advokasi itu tidak ada. Katanya saya sudah damai dengan korban, itu tidak benar, tidak pernah ada," tandasnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.