Sabtu, 7 Maret 2026

Human Interest Story

Nelangsa Hidup Masita Hamsur, Lansia di Boalemo Bekerja Sebagai Pemulung Demi Kehidupan Anaknya

Walaupun usianya sudah memasuki umur yang renta, namun Masita tetap berjuang membiayai kehidupan anaknya dari aktifitasnya memulung sampah.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Nawir Islim | Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Nelangsa Hidup Masita Hamsur, Lansia di Boalemo Bekerja Sebagai Pemulung Demi Kehidupan Anaknya
TribunGorontalo.com/Nawir Islim
Masita Hamsir, warga Desa Modelomo, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Gorontalo yang sedang memulung sampah, Senin (20/1/2025) 

TRIBUNGORONTALO.COM, Boalemo -- Masita Hamsir (64), seorang wanita paruh baya di Kabupaten Boalemo Gorontalo bekerja setiap harinya sebagai pemulung.

Dirinya tinggal di Desa Modelomo, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo bersama keluarganya.

Walaupun usianya sudah memasuki umur yang renta, namun Masita tetap berjuang membiayai kehidupan anaknya dari memulung sampah.

Baca juga: Viral Pasien di Bengkulu Digigit Anjing, Petugas Puskesmas Minta untuk Gigit Balik, Kini Dipolisikan

Dia bersama sang suami setiap harinya memulung, sampah yang berhasil diangkutnya akan dijual ke penampungan di Desa Pentadu, Kebupaten Boalemo dengan harga Rp 3 ribu per kilogram (Kg).

"Saya dan suami sudah lama sekali memulung dan mencari sampah seperti kardus, botol dan sampah plastik lainnya untuk di olah," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Senin (20/1/2025).

Setiap hari, Masita bersama sang suami bisa mengumpulkan 8-10 kg sampah.

Sehingga, dalam sehari Masita dan suami bisa mendapat penghasilan sebesar Rp 20-30 ribu.

"Itu pun tidak biasanya pendapatan seperti itu," jelasnya.

Baca juga: Kisah Rian Hippy di Gorontalo, Bertahan Jual Es Durian di Tengah Musim Pancaroba Demi Anak-anak

Jika musim hujan, kata Masita banyak sampah yang basah dan akhirnya tidak bisa dijual ke penampung.

Alhasil, Masita akan mengeringkan terlebih dahulu sampah yang basah sebelum akhirnya dijual.

"Setiap penampung hanya menerima sampah yang kering," ucapnya.

Terakhir, Masita berharap dirinya bisa terus sehat untuk menghidupi keluarganya.

Baca juga: Kisah Kashmir Samsudin, Seorang Pria Asal Buol Datang ke Gorontalo Demi Jadi Guru

"Anak saya yang pertama sudah lulus sekolah, walaupun demikian ia masih belum mendapatkan pekerjaan, dan anak terakhir saya masih sekolah dan saya serta suami masih harus menyekolahkannya," tuturnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved