Rabu, 4 Maret 2026

Ikan Purba di Gorontalo

Mengenal Ikan Coelacanth, Ikan Purba yang Ditemukan Nelayan di Perairan Gorontalo Utara

Coelacanth disebut sebagai ikan purba karena sudah ada sejak 360 juta tahun yang lalu dan diperkirakan bisa hidup hingga 60 tahun atau lebih. 

Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Mengenal Ikan Coelacanth, Ikan Purba yang Ditemukan Nelayan di Perairan Gorontalo Utara
kolase TribunGorontalo.com/istimewa
Mengenal Ikan Coelacanth, Ikan Purba yang Ditemukan Nelayan di Perairan Gorontalo Utara 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Ikan Coelacanth kini ditemukan di perairan laut Sulawesi.

Tepatnya di Desa Imana, Kecamatan Atinggola, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo.

Ikan ini ditemukan oleh seorang nelayan bernama Oskar Taluku yang saat itu hendak memancing.

Hal itu dikonfimasi Kepala Desa Imana, Isnain Talaban.

"Ikan ini tidak dipancing atau dipukat, tetapi memang mendekati perahu nelayan," tutur Kades Imana saat dihubungi TribunGorontalo.com, Minggu (19/1/2025).

Ikan berukuran 41 Kilogram ini merupakan ikan purba yang dapat bertahan hidup ratusan tahun.

Baca juga: Lokasi Penemuan Ikan Purba Coelacanth Di Gorontalo Utara Akan Dikunjungi Peneliti Amerika Serikat

Dilansir dari Kompas.com, Coelacanth adalah salah satu ikan purba yang masih hidup dan dapat ditemukan di perairan Indonesia. 

Coelacanth disebut sebagai ikan purba karena sudah ada sejak 360 juta tahun yang lalu dan diperkirakan bisa hidup hingga 60 tahun atau lebih. 

Peneliti ikan di Pusat Riset Oseanografi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Fahmi mengungkapkan bahwa coelacanth atau ikan raja laut saat ini belum dinyatakan punah di Indonesia. 

"Ikan coelacanth saat ini masih bisa ditemukan di perairan utara Sulawesi dan Teluk Cenderawasih. Dengan begitu, ikan tersebut belum dinyatakan punah di Indonesia," ujarnya kepada Kompas.com, Senin (8/5/2023). 

Ia mengatakan, secara umum sebaran ikan purba ini dimulai dari utara Sulawesi sampai perairan sekitar Biak di Papua. 

Selain itu, coelacanth juga pernah ditemukan di perairan Raja Ampat. 

Kendati demikian Fahmi menyebutkan, coelacanth hidup di perairan yang dalam, sehingga dibutuhkan survei khusus untuk dapat mengetahui keberadaannya. 

Baca juga: Ikan Coelacanth Tangkapan Nelayan Gorontalo Utara Ternyata Bunting, Kini Dibawa Peneliti dari Unsrat

"Kedalaman hidup ikan coelacanth lebih dari 150 meter di bawah laut. Biasanya, ikan ini juga ada di daerah lereng atau slope yang curam," pungkasnya. 

Mengenal ikan coelacanth 

Dikutip dari Wired, coelacanth merupakan spesies ikan yang namanya berasal dari bahasa Yunani, yaitu coelia (berongga) dan acanthos (duri), yang artinya adalah ikan dengan duri berongga. 

Ikan purba tersebut dapat mencapai panjang lebih dari enam kaki dengan berat 200 pon atau sekitar 90 kilogram. 

Selain itu, coelacanth juga terdiri dari dua spesies, di mana keduanya merupakan ikan yang langka. 

Kedua spesies itu adalah coelacanth Samudra Hindia barat (Latimeria chalumnae) yang hidup di laut lepas pantai timur Afrika, dan coelacanth Indonesia (Latimeria menadoensis) yang dapat ditemukan di perairan Sulawesi, Indonesia. 

Bentuk ikan coelacanth Dilansir dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (RI), coelacanth memiliki bentuk yang khas dan mudah dibedakan dengan jenis ikan lainnya. 

Ikan purba tersebut memiliki bentuk sisik yang berbeda secara signifikan di beberapa bagian tubuh. 

Dari bagian depan ke belakang, ukuran sisik cenderung menurun atau lebih kecil.

Melanofor (sel pigmentasi warna) lebih banyak terkonsentrasi pada bagian atas tubuh ikan daripada bagian perutnya. 

Baca juga: Kronologi Detik-detik Nelayan Gorontalo Utara Temukan Ikan Coelacanth, Berat Mencapai 41 Kilogram

Sementara itu, sirip lobus punggung, daerah dubur, dan sirip lobus anus memiliki berbagai bentuk pada masing-masing spesies, walaupun pada bagian tubuh yang sama.  

Terancam punah 

Meskipun ikan coelacanth masih dapat ditemukan di perairan Indonesia, namun jumlah ikan purba itu memiliki populasi yang makin menurun. 

Hal tersebut karena proses pertumbuhan, perkembangbiakan, serta rendahnya kesuburan menyebabkan coelacanth rentan terhadap ancaman kepunahan. 

Sementara itu, International Union for Conservation of Nature (IUCN) memasukkan spesies coelacanth ke dalam kategori vulnerable yang artinya rentan akan bahaya kepunahan. 

Coelacanth hidup di zona demersal pada kedalaman 150 hingga 200 meter dengan temperatur 17-200 Celsius. 

Selain itu, spesies tersebut diduga juga dapat ditemukan di lereng berbatu di perairan dalam dan gua karbonat. 

Baca juga: Heboh Nelayan Gorontalo Utara Tangkap Ikan Purba Coelacanth, Spesies Lebih Tua dari Dinosaurus

Di Indonesia, coelacanth atau ikan raja laut dapat ditemukan di wilayah Sulawesi Utara, Biak dan Raja Ampat (Papua Barat). 

Termasuk ikan yang dilindungi 

Secara internasional, coelacanth Indonesia atau Latimeria menadoensis termasuk dalam spesies Appendix 1 CITES yang berati tidak diperbolehkan untuk diperdagangkan. 

Sejalan dengan regulasi internasional, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menerbitkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Jenis Ikan yang Dilindungi. 

Dalam peraturan tersebut disebutkan bahwa ikan raja laut memiliki status dilindungi secara penuh.

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved