Minggu, 15 Maret 2026

Ikan Purba di Gorontalo

Lokasi Penemuan Ikan Purba Coelacanth Di Gorontalo Utara Akan Dikunjungi Peneliti Amerika Serikat

Ikan Coelacanth yang ditemukan di perairan Gorontalo Utara akan diteliti oleh peneliti dari Amerika Serikat.

Tayang:
Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Lokasi Penemuan Ikan Purba Coelacanth Di Gorontalo Utara Akan Dikunjungi Peneliti Amerika Serikat
istimewa
Tangkapan layar penampakan ikan coelacanth di Gorontalo 

Karena penasaran, pria itu langsung menangkap ikan tersebut.

"Ikan ini tidak dipancing atau dipukat, tetapi memang mendekati perahu nelayan," tutur Kades Imana saat dihubungi TribunGorontalo.com, Minggu (19/1/2025).

Baca juga: Kronologi Detik-detik Nelayan Gorontalo Utara Temukan Ikan Coelacanth, Berat Mencapai 41 Kilogram

Setelah ikan misterius itu berhasil ditangkap, Oskar kaget karena berat ikan mencapai 41 kilogram.

Oskar kemudian membawa pulang tangkapannya dan diletakkan di halaman rumah. 

Sejumlah warga memotret ikan coelacanth serta mengunggahnya ke media sosial.

Unggahan itu pun mendadak viral dan mendapatkan beragam komentar dari warganet.

Lantas, apakah benar coelacanth merupakan ikan purba?

Mengutip Kompas.com, Peneliti Ahli Madya Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Gema Wahyudewantoro membenarkan bahwa coelacanth adalah ikan purba. 

"Diduga ikan ini hidup di zaman sebelum dinosaurus, awalnya ditemukan di perairan Komoro, Latimeria chalumnae, tapi setelah diteliti lebih lanjut itu jenis berbeda, yaitu Latimeria menadoensis di perairan Manado," jelas Bima kepada Kompas.com, Sabtu.

Terpisah, Peneliti Senior Pusat Riset Oseanografi BRIN, Augy Syahailatua mengiyakan pernyataan Gema. 

Dia menjelaskan, ikan coelacanth mulai muncul pada zaman Devonian atau sekitar 416-359 juta tahun yang lalu dan pertama kali ditemukan pada tahun 1938 di perairan Kepulauan Komoro.

Sebelum ditemukan di 1938, ikan ini sempat dianggap punah.

Baca juga: Heboh Nelayan Gorontalo Utara Tangkap Ikan Purba Coelacanth, Spesies Lebih Tua dari Dinosaurus

"Fosilnya sudah ditemukan sebelum tahun 1938, jadi dianggap sudah punah, tapi ternyata masih hidup," ujarnya, saat dikonfirmasi Kompas.com, Sabtu.

Berdasarkan pengamatan hingga saat ini, lanjutnya, ikan coelacanth hanya ditemukan di dua lokasi, yaitu pesisir Afrika Timur dan Kawasan Indo-Pasifik.

Di Indonesia, ikan ini bisa ditemukan di perairan Sulawesi Utara dan Biak di Provinsi Papua.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved