Hilangnya Dana BOS SD Gorontalo
Gara-gara Dana BOS Raib, Guru SDN 56 Kota Gorontalo Harus Gadaikan Perhiasan dan Gaji Tertunda
DPRD juga berencana melakukan konsultasi langsung ke kantor pusat BSG untuk memastikan kasus serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang.(*)
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Dana-Bos-SDN-56-Kota-Timur-Gorontalo-raib-digondol-maling-dari-rekening-sekolah-z.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Kota Gorontalo – Dampak dari raibnya dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SDN 56 Kota Timur Kota Gorontalo sebesar Rp 69,8 juta ternyata cukup memprihatinkan.
Kepala Sekolah SDN 56, Hardoni Biludi, mengungkapkan bahwa akibat kejadian tersebut, gaji guru honorer di sekolahnya tertunda selama tiga bulan.
"Yang akan saya lakukan setelah dana ini kembali adalah menyelesaikan pembayaran honor guru yang sempat tertunda selama tiga bulan," ungkap Hardoni, Rabu (15/1/2025).
Raibnya dana BOS tersebut sempat membuat pihak sekolah harus mencari solusi sementara untuk menutupi kebutuhan mendesak.
Baca juga: Biaya Wisuda Kampus Swasta di Gorontalo Tembus Rp 19 Juta, Dosen Dapat Transport dan Cinderamata
Salah satunya adalah dengan menggunakan dana pribadi bendahara sekolah untuk melunasi sejumlah pinjaman dari pihak ketiga.
Bahkan, beberapa guru terpaksa menggadaikan perhiasan pribadi mereka demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Setelah melewati proses investigasi, Bank Sulutgo (BSG) akhirnya mengembalikan dana BOS yang sempat hilang ke rekening sekolah. Kabar ini disambut dengan rasa syukur oleh pihak sekolah.
"Setelah pihak BSG meminta nomor rekening sekolah, timbul rasa girang dan senang kami, bahwa ternyata dana ini akan dikembalikan," ujar Hardoni dengan lega.
Hardoni memastikan, setelah dana BOS kembali, prioritas pertama adalah membayar gaji guru honorer yang telah lama tertunda.
Baca juga: Ortu Siswa SD Gorontalo Korban Bullying Sakit Hati Dengar Pernyataan Guru Yang Penting Tidak Luka
Selain itu, sebagian dana juga akan dialokasikan untuk melunasi pinjaman kepada pihak ketiga serta mengganti perhiasan guru yang sempat digadaikan.
Sebagai informasi, dana BOS SDN 56 sebelumnya raib akibat adanya transaksi mencurigakan.
Berdasarkan laporan Kepala Dinas Pendidikan Kota Gorontalo, Lukman Kasim, dana tersebut diduga ditransfer oleh oknum tak bertanggung jawab ke sebuah sekolah menengah kejuruan di Sumatera Barat dalam bentuk "send disk".
"Transaksi itu tercatat ada empat kali penarikan, satu gagal, empat berhasil," jelas Lukman.
Pihak kepolisian dan Bank Sulutgo tengah melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap oknum yang terlibat dalam kasus ini. Bendahara sekolah juga telah dipanggil untuk dimintai keterangan.
Ketua Komisi II DPRD Kota Gorontalo, Herman Hulukati, mendesak agar BSG bertanggung jawab atas insiden ini.
"Kami meminta pihak BSG untuk memastikan hal seperti ini tidak terulang kembali dan melakukan perbaikan sistem keamanan transaksi," tegas Herman.
DPRD juga berencana melakukan konsultasi langsung ke kantor pusat BSG untuk memastikan kasus serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang.(*)