Tribun Podcast

Karier Heriyanto Kepala Kantor SAR Gorontalo, Eks Pegawai Bandara hingga Perintis SAR Mataram

"Tugas utama Basarnas adalah menyelamatkan orang yang terkena musibah atau bencana. Itu adalah tanggung jawab yang mulia, dan saya bersyukur menjadi b

|
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba

TRIBUNGORONTALO.COM, Kota Gorontalo – Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo, Heriyanto, memiliki perjalanan karier yang menarik hingga dipercaya memimpin kantor SAR di Gorontalo sejak 6 Januari 2023. 

Sebelum menjabat posisi tersebut, ia telah meniti karier panjang di bidang SAR, bahkan menjadi salah satu perintis pendirian Kantor SAR Mataram pada tahun 2000.

Hal itu diungkapkan Heriyanto dalam TRIBUN PODCST: Menjelajah Bahaya, Menyelamatkan Nyawa. Bincang santai digelar di Studio pada Kamis 9 Januari 2025.

Baca juga: Kisah Oskar N Abas Keluar dari Pekerjaan Memilih jadi Relawan SAR

Heriyanto, yang berasal dari Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), memulai kariernya sebagai pegawai di Bandara Bima di bawah Kementerian Perhubungan.

"Awalnya, saya bekerja di bidang perhubungan. Ketika Basarnas masih di bawah Kementerian Perhubungan, saya diminta bergabung untuk merintis Kantor SAR Mataram," ujar Heriyanto dalam podcast TribunGorontalo.com.

Pada saat itu, Kantor SAR Mataram masih menjadi perwakilan Kantor SAR Denpasar.

Baru pada tahun 2002, kantor tersebut berdiri sendiri, dengan Heriyanto menjadi salah satu dari delapan orang yang merintisnya.

"Kami memulai dengan tim kecil, hanya delapan orang. Kini, kantor tersebut telah berkembang menjadi Kantor SAR Tipe A," tambahnya.

Heriyanto awalnya bertugas sebagai rescuer atau tenaga lapangan sebelum beralih ke bagian administrasi. Jabatan terakhirnya di Kantor SAR Mataram adalah Kepala Bagian Umum.

Setelah mengikuti asesmen pada tahun 2022, ia ditunjuk menjadi Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo, yang saat ini berstatus sebagai Kantor SAR Tipe B.

Mengenai pendidikannya, Heriyanto mengungkapkan bahwa ia masuk sebagai pegawai negeri sipil (PNS) hanya dengan ijazah SMA. Namun, ia melanjutkan pendidikan tinggi setelah bekerja.

"Saya kuliah di NTB pada tahun 2006-2009, mengambil jurusan Administrasi Niaga. Pilihan ini sesuai dengan tugas saya yang lama berkutat di administrasi dan keuangan," jelasnya.

Rekan-rekannya yang ikut merintis Kantor SAR Mataram juga kini memiliki perjalanan karier yang beragam.

"Salah satu dari kami kini menjadi Kepala Kantor SAR Surabaya, ada yang di Kupang, dan sebagian lainnya tetap di Mataram. Beberapa sudah pensiun," katanya.

Heriyanto mengaku bangga dengan perjalanan kariernya di Basarnas. Baginya, bekerja di bidang ini adalah panggilan hati. 

"Tugas utama Basarnas adalah menyelamatkan orang yang terkena musibah atau bencana. Itu adalah tanggung jawab yang mulia, dan saya bersyukur menjadi bagian dari ini sejak awal," tutupnya (*) 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved