Sandy Permana Tewas
Nanang 'Gimbal' Ngaku Emosi saat Diludahi Sandy Permana, Tusuk Korban Pakai Pisau Dapur
Nanang Irawan (Gimbal) mengakui kesalahannya saat diinterogasi penyidik Polda Metro Jaya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Nanang-Irawan-alias-Nanang-Gimbal-45.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Nanang Irawan (Gimbal) mengakui kesalahannya saat diinterogasi penyidik Polda Metro Jaya.
Kepada polisi, Nanang menceritakan kronologi penusukan terhadap Sandy Permana.
Pada Minggu (12/1/2025), Sandy melintas di depan rumah Nanang.
Nanang mengaku emosi saat melihat wajah sinis Sandy Permana.
Tak hanya itu, korban disebut sempat meludahi Nanang.
"Pada Minggu 06.30, tiba-tiba si korban ini melintas di depan rumah tersangka. Pada saat melintas tersebut, si korban melihat sinis kepada tersangka," ungkap Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satya Triputra, saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Kamis (16/1/2025).
Dalam kondisi naik pitam, Nanang langsung melakukan penikaman tersebut dengan sebilah pisau yang ada di kandang ayam samping rumahnya.
"Dan pada saat itu, disertai si korban meludah ke arah tersangka sehingga langsung naik emosi. Saat itulah tersangka langsung lari ke kandang ayam untuk mengambil pisau. Selanjutnya mengejar korban dan melakukan penusukan," ujar Wira.
Meski demikian, pihak kepolisian masih akan mendalami dugaan penikaman itu dilakukan terencana oleh Nanang.
"Sehingga kalau unsur perencanaannya belum tergambar. Namun demikian tetap akan kita lakukan pendalaman apakah ini ada perencanaan untuk menghabisi," tutur Wira.
Sebelumnya, Sandy Permana ditemukan tetangganya sudah terluka bersimbah darah di kediamannya di Cibarusah, Kabupaten Bekasi, pada Minggu, pukul 08.00 WIB.
"Tadi pagi itu korban ditemukan dalam kondisi luka-luka, jadi belum meninggal, korban masih berjalan, dan di depan rumah salah satu tetangganya," kata Kasatreskrim Polres Metro Bekasi, Kompol Onkoseno, saat dikonfirmasi.
Sandy Permana lalu pingsan di depan rumah tetangganya itu. Melihat Sandy berdarah-darah dan tak berdaya, tetangga itu lalu membawanya ke Rumah Sakit Cileungsi.
"Polisi mendapat laporan, mengecek TKP, mengecek rumah sakit, betul korban meninggal, di situ ada beberapa luka tusuk," kata Onkoseno.
Baca juga: Fakta Terbaru Pembunuhan Sandy Permana, 5 Tahun Nanang Gimbal Simpan Dendam Ini
Nanang Irawan melarikan diri
Usai menghabisi nyawa Sandy, Nanang berkendara dengan sepeda motor ke arah persawahan menuju Jalan Raya Cibarusah. Namun, di tengah persawahan itu, Nanang meninggalkan sepeda motornya dan memilih kabur dengan menumpang sejumlah truk.
“Kemudian sepeda motor tersebut tersangka tinggal di tepi persawahan. Tersangka melarikan diri dengan cara menumpang beberapa kali kendaraan truk hingga sampai di Kabupaten Karawang,” ujar Wira.
Dalam upaya pelariannya, Nanang meminjam sebuah gunting dari salah satu warung untuk memangkas rambutnya. Dia memotong rambut demi menghindari kejaran petugas.
Namun, upaya pelarian Nanang terhenti. Dia ditangkap di sebuah warung makan RT 04/RW 09, Dusun Poris, Desa Kutamukti, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (15/1/2025) pukul 10.45 WIB.
Atas kejadian ini, Nanang dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan atau Pasal 354 ayat (2) KUHP tentang penganiayaan berat.
Diberitakan sebelumnya, Sandy ditemukan bersimbah darah di Jalan Cibarusah, Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Minggu (12/1/2025) pagi. Sandy menderita luka tusuk akibat senjata tajam pada bagian leher, dada, dan perut.
Saat pertama kali ditemukan oleh tetangga, Sandy masih bernapas.
Pemeran serial Mak Lampir itu sempat pingsan lalu dilarikan ke rumah sakit. Namun, nyawa Sandy tidak tertolong ketika dalam perjalanan ke rumah sakit.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polisi Sebut Nanang Gimbal Emosi Sesaat Ketika Tikam Sandy Permana
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.