Sandy Permana Tewas
Fakta Terbaru Pembunuhan Sandy Permana, 5 Tahun Nanang Gimbal Simpan Dendam Ini
Nanang Irawan alias Nanang Gimbal ternyata sudah lama menyimpan dendam kepada Sandy Permana.
TRIBUNGORONTALO.COM – Nanang Irawan alias Nanang Gimbal ternyata sudah lama menyimpan dendam kepada Sandy Permana.
Mengutip KompasTV, dendam Nanang terjadi saat dirinya masih bertetangga dengan Sandy Permana.
Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satya Triputra, mengatakan keduanya telah bertetangga sejak 2017.
Pada tahun 2019, saat itu korban berniat melakukan pesta perkawinan dan akan mendirikan tenda dengan memasuki pekarangan rumah tersangka, serta melakukan penebangan pohon di pekarangan rumah tersangka.
Meski korban memasuki pekarangan rumahnya tanpa izin, tersangka tidak menegur korban karena mengetahui bahwa korban sangat pemarah.
“Tersangka tidak menegur korban karena tersangka tahu tahu korban sangat pemarah. Atas perbuatan daripada korban, tersangka merasa sakit hati dan menyimpan dendam kepada korban,” tuturnya.
Sejak saat itu, lanjut Kombes Wira, tersangka dan korban menjalani kehidupan bertetangga secara tidak harmonis, tersangka tidak pernah menyapa korban, demikian pula dengan korban.
Pada tahun 2020, tersangka beserta keluarganya memutuskan untuk menjual rumahnya dan mengontrak di blok lain di perumahan tersebut, yaitu di Blok H5.
“Pada sekitar oktober 2024, di lingkup RT tempat tersangka tinggal diadakan rapat dalam rangka menurunkan Ketua RT 05 RW 08 karena diduga ada melakukan perselingkuhan dengan warga sekitar.
“Dalam acara tersebut korban berteriak dan beradu mulut dengan istri Ketua RT. Lalu tsk menegur korban dengan kalimat, ‘Nggak usah teriak-teriak, biasa aja’,” imbuh Wira.
“Namun korban memelototi tersangka dan berkata pada tersangka dengan kalimat ‘Lu bukan warga sini, nggak usah ikut-ikutan’.”
Baca juga: Istri Sandy Permana Pernah Jadi Pelanggan Ojek Nanang Gimbal, Kini Tuntut Pelaku Dihukum Mati
Mendengar ucapan korban, tersangka diam dan mencoba untuk menenangkan diri namun dalam hati tersangka menyimpan dendam yang selama ini terangka simpan.
Keesokan harinya korban menyomasi istri tersangka atas nama Y melalui pesan WhatsApp, yang berisi tuduhan bawha tersangka ingin menyerang korban pada saat rapat.
“Mendengar informasi dari istri tersangka tersebut, tersangka tidak menanggapi namun menambah rasa benci tersangka terhadap korban,” tutur Wira.
Puncak dari kekesalan tersangka terjadi pada 12 Januari 2025, saat ia sedang memperbaiki sepeda motor di depan rumahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Sandy-Permana-tewas-pelaku-ditangkap.jpg)