Sandy Permana Tewas
Nanang 'Gimbal' Ngaku Emosi saat Diludahi Sandy Permana, Tusuk Korban Pakai Pisau Dapur
Nanang Irawan (Gimbal) mengakui kesalahannya saat diinterogasi penyidik Polda Metro Jaya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Nanang-Irawan-alias-Nanang-Gimbal-45.jpg)
“Kemudian sepeda motor tersebut tersangka tinggal di tepi persawahan. Tersangka melarikan diri dengan cara menumpang beberapa kali kendaraan truk hingga sampai di Kabupaten Karawang,” ujar Wira.
Dalam upaya pelariannya, Nanang meminjam sebuah gunting dari salah satu warung untuk memangkas rambutnya. Dia memotong rambut demi menghindari kejaran petugas.
Namun, upaya pelarian Nanang terhenti. Dia ditangkap di sebuah warung makan RT 04/RW 09, Dusun Poris, Desa Kutamukti, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (15/1/2025) pukul 10.45 WIB.
Atas kejadian ini, Nanang dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan atau Pasal 354 ayat (2) KUHP tentang penganiayaan berat.
Diberitakan sebelumnya, Sandy ditemukan bersimbah darah di Jalan Cibarusah, Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Minggu (12/1/2025) pagi. Sandy menderita luka tusuk akibat senjata tajam pada bagian leher, dada, dan perut.
Saat pertama kali ditemukan oleh tetangga, Sandy masih bernapas.
Pemeran serial Mak Lampir itu sempat pingsan lalu dilarikan ke rumah sakit. Namun, nyawa Sandy tidak tertolong ketika dalam perjalanan ke rumah sakit.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polisi Sebut Nanang Gimbal Emosi Sesaat Ketika Tikam Sandy Permana