Kuota Jemaah Haji Indonesia 2025
221 Ribu Jatah Kuota Haji Indonesia 2025, Begini Rinciannya per Provinsi, Gorontalo Dapat Berapa?
Indonesia kebagian jatah kuota haji di tahun 2025 sebesar 221 ribu jemaah haji. 221 ribu itu akan dibagi ke seluruh Provinsi di Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/edrhsteh.jpg)
Tahun 2024, besaran BPIH adalah Rp93.410.286,00.
Baca juga: Alhamdulillah! Biaya Haji di Tahun 2025 Tinggal Rp 55,5 Juta, Begini Rinciannya
Sementara BPIH tahun 2025 yang disepakati adalah Rp89.410.258,79 dengan asumsi kurs 1 USD sebesar Rp16.000 dan 1 SAR sebesar Rp4.266,67.
Adapun BPIH terdiri dari dua komponen, yakni:
1. Komponen yang dibayar langsung oleh jemaah haji atau Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih).
2. Komponen Nilai Manfaat yang bersumber dari hasil optimalisasi dana setoran awal jemaah haji.
“BPIH yang dibayar jemaah, rata-rata sebesar Rp55.431.750,78 atau 62 persen dari total BPIH 2025. Sisanya yang sebesar 38 persen atau rata-rata sebesar Rp33.978.508,01 dialokasikan dari nilai manfaat,” terang Menag Nasaruddin Umar di Jakarta, Senin (6/1/2024).
Sebagai tambahan informasi, Indonesia pada 2025 mendapatkan 221.000 kuota.
Angka tersebut terdiri atas 201.063 jemaah reguler murni, 1.572 petugas haji daerah, dan 685 adalah pembimbing KBIHU. 17.680 jemaah haji khusus.
Layanan Jemaah Haji 2025
1. Transportasi
Ada 3 maskapai yang memenuhi syarat dan teknis, yakni Garuda Indonesia, Lion Group dan satu maskapai luar negeri yakni Saudia Airlines.
"Kami memiliki dasar, di antaranya adalah pengalaman yang dimiliki masing-masing maskapai, hal yang terkait dengan on time performance (OTP) dan lainnya, itu menjadi perhatian kita semua," sebut Hilman Latief dalam Rapat bersama Tim Panja Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji 1446 H di Senayan, Jakarta, Senin (6/1/2025).
"Transportasi yang disiapkan di Arab Saudi mencakup bus antar kota perhajian, masyair, dan bus shalawat.
2. Akomodasi
Hilman menjelaskan bahwa untuk akomodasi di Makkah, pihaknya memprioritaskan faktor kelayakan, kesehatan, kenyamanan, serta kemudahan akses menuju Masjidil Haram.