Human Interest Story
Meski Usia Lanjut, Ambran Tetap Jadi Nelayan Jasa Angkut di Pelabuhan Kwandang
Ambran Aia (56), seorang nelayan jasa angkut di Pelabuhan Kwandang, Gorontalo Utara, membuktikan bahwa usia bukanlah halangan untuk tetap bekerja kera
Penulis: Efriet Mukmin | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ambran-Aia-Nelayan-Jasa-Angkut-di-Pelabuhan-Kwandang-Gorontalo-Utara.jpg)
"Kalau sedang ramai wisatawan, saya bisa dapat satu rombongan. Sekali berlayar dengan 8-10 penumpang, saya bisa mendapatkan Rp 800 ribu," kata Ambran.
Namun, tidak setiap hari pendapatannya stabil. Jika bukan hari pasar, jumlah penumpang bisa menurun drastis.
Pada hari-hari sepi, Ambran hanya bisa menunggu penumpang bersama nelayan lain di pelabuhan.
Meski begitu, Ambran tetap optimis. Ia berharap sektor pariwisata di Pulau Ponelo terus berkembang.
"Kalau wisata semakin ramai, pasti kami sebagai nelayan jasa angkut juga merasakan manfaatnya. Pengunjung lebih banyak, rezeki kami juga bertambah," harap Ambran dengan senyum semangat.
Dengan dedikasinya, Ambran menjadi contoh nyata perjuangan seorang kepala keluarga yang tidak pernah menyerah, meskipun usia dan risiko pekerjaan sering kali menjadi tantangan besar baginya.(*)