Sabtu, 21 Maret 2026

Sosok Tokoh

Sosok Joseph Aoun Jadi Presiden Lebanon, Anak Kesayangan Amerika, Beragama Kristen

Poseph Aoun Jadi Presiden Lebanon beragama Kristen Maronit ini dikenal merupakan anak kesayangan Amerika Serikat.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Ponge Aldi
zoom-inlihat foto Sosok Joseph Aoun Jadi Presiden Lebanon, Anak Kesayangan Amerika, Beragama Kristen
RNTV/TangkapLayar
Panglima Angkatan Darat Lebanon, Jenderal Joseph Aoun yang terpilih menjadi presiden baru Lebanon, Kamis (9/1/2025). 

Masa jabatan Presiden berlangsung selama enam tahun, dan tidak dapat dipilih kembali hingga enam tahun setelah masa jabatannya berakhir.

Presiden memainkan peran kunci dalam menandatangani undang-undang dan menunjuk Perdana Menteri setelah berkonsultasi dengan parlemen.

Menurut Konstitusi Lebanon, Presiden haruslah seorang Kristen Maronit seperti halnya panglima militer, Perdana Menteri adalah seorang Muslim Sunni, dan Ketua Parlemen adalah seorang Muslim Syiah.

Anak Kesayangan AS

Joseph Aoun sebelumnya telah didorong oleh Amerika Serikat (AS) dan Arab Saudi untuk maju menjadi calon presiden Lebanon berikutnya.

Dalam pertemuan di Riyadh, AS dan Arab Saudi sepakat bahwa mereka memiliki 'kesempatan sekali dalam tiga puluh tahun' untuk menyingkirkan Hizbullah dengan pemilihan presiden baru.

AS telah mengatakan kepada pejabat Lebanon, bahwa Arab Saudi siap mengerahkan ratusan juta dolar untuk membangun kembali negara mereka yang dilanda perang jika Aoun terpilih sebagai presiden.

Iming-iming dana besar dari Arab Saudi digulirkan oleh utusan AS, Amos Hochstein selama lawatannya ke Lebanon pada hari Senin (6/1/2025).

Dalam lawatannya tersebut, Hochstein melobi secara gencar untuk Aoun, termasuk dengan juru bicara parlemen Lebanon Nabih Berri.

 Aoun sudah mendapat dukungan dari Perdana Menteri Sunni Lebanon, Najib Mikati.

"Amerika sudah bertekad. Mereka tidak menginginkan kandidat lain selain Aoun," kata pejabat senior Arab itu kepada Middle East Eye.

"Hochstein telah mengaitkan pemilihan Aoun dengan Arab Saudi yang mendanai pembangunan kembali Lebanon," lanjutnya.

Amerika Serikat, yang telah menyalurkan lebih dari 2,5 miliar dolar (Rp 40,6 trilin) bantuan kepada angkatan bersenjata Lebanon (LAF) sejak tahun 2006, memberikan bantuan tambahan, termasuk bantuan gaji prajurit.

Aoun menggambarkan dukungan negara-negara sahabat, termasuk dari Qatar, sebagai “dukungan kuat selama fase ini”.

Di bawah kepemimpinan Aoun, bantuan AS terus mengalir ke angkatan bersenjata negara itu.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved