Lapor Pelanggar Lampu Merah
Apakah Indonesia Perlu Ikut Cara Vietnam Tekan Pelanggaran Lalu Lintas?
Pemerintah Vietnam melakukan terobosan untuk mengurangi pelanggaran lalu-lintas, yaitu dengan memberikan insentif bagi warga yang melaporkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/sdfgfagcfga.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM-Pemerintah Vietnam melakukan terobosan untuk mengurangi pelanggaran lalu-lintas, yaitu dengan memberikan insentif bagi warga yang melaporkan adanya pelanggaran.
Warga yang dapat membuktikan adanya pelanggaran lalu-lintas berhak menerima uang sebesar 10 persen dari denda yang harus dibayar oleh pelanggar.
Kebijakan ini diterapkan karena polisi lalu-lintas tidak dapat berada di setiap lokasi untuk mencegah terjadinya pelanggaran.
Meski kebijakan "membayar warga" untuk memberikan informasi dianggap kontroversial, tindakan radikal tersebut dianggap perlu mengingat kondisi lalu lintas di Vietnam.
Berkaca pada Vietnam, mungkinkah peraturan tersebut bisa diterapkan di Indonesia? seperti diketahui jumlah pelanggaran lalu-lintas di Indonesia cukup memprihatinkan.
Baca juga: Ramalan Zodiak Libra, Scorpio, Sagitarius Jumat 10 Januari 2025 : Cinta, Kesehatan hingga Keuangan
Baca juga: Petugas Dishub Nyangkut di Kap Mobil Pickup Muatan Overload dalam Keadaan Terus Melaju
Pemerhati masalah transportasi dan hukum, Budiyanto, mengatakan, aturan di setiap negara berbeda-beda disesuaikan dengan kebutuhan negara tersebut.
"Aturan atau regulasi pada masing negara berbeda tergantung aturan yang mengatur," ujar Budiyanto kepada Kompas.com, Rabu (8/1/2025).
Budiyanto menilai aturan di Vietnam tidak perlu diterapkan di Indonesia. Kemudian bicara partisipasi, masyarakat Indonesia sudah ikut membantu meski porsinya masih kecil.
Baca juga: Minarti Jualan di Taman Rakyat Gorontalo Utara, Cari Nafkah di Usia Renta
"Pemberlakuan denda yang tinggi memang sebagai variabel yang penting. Di negara maju seperti Singapura memang menerapkan denda pelanggaran lalu-lintas cukup tinggi sehingga masyarakatnya takut melakukan pelanggaran dan didukung sistem yang kuat," katanya.
Budiyanto mengatakan, sistem di Indonesia sebetulnya sudah cukup bagus meski perlu ditingkatkan. Salah satu contoh yang sudah dilakukan ialah menggunakan tilang elektronik atau tilang E-TLE.
"CCTV Pengawasan perlu diperbanyak juga termasuk bagaimana mendorong masyarakat untuk melaporkan adanya pelanggaran ke petugas Kepolisian," ujar Budiyanto.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Perlukah Indonesia Adopsi Cara Vietnam Tekan Pelanggaran Lalu-lintas? ", Klik untuk baca: https://otomotif.kompas.com/read/2025/01/09/131100315/perlukah-indonesia-adopsi-cara-vietnam-tekan-pelanggaran-lalu-lintas-.