Human Interest Story
Minarti Jualan di Taman Rakyat Gorontalo Utara, Cari Nafkah di Usia Renta
Minarti (53), seorang penjual yang telah berjualan di taman tersebut sejak 2021, mengandalkan keramaian pengunjung untuk menopang hidupnya.
Penulis: Efriet Mukmin | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Minarti-Rahaman-penjual-Pop-ice-di-Taman-Rakyat-Gorontalo-Utara-Kamis-912025.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Taman Rakyat Gorontalo Utara yang menjadi ikon Kabupaten Gorontalo Utara, menyimpan kisah perjuangan seorang pedagang yang berusaha mencari nafkah untuk keluarganya.
Minarti (53), seorang penjual yang telah berjualan di taman tersebut sejak 2021, mengandalkan keramaian pengunjung untuk menopang hidupnya.
Bertempat di Desa Molingkapoto, Kecamatan Kwandang, Minarti setiap hari berjualan dari pagi hingga sore, menjajakan pop ice, nasi kuning, dan kue titipan orang.
"Saya mulai berjualan di belakang taman, namun karena tempatnya sepi dan kurang terlihat orang, saya akhirnya pindah ke depan taman supaya lebih ramai pembeli," ujar Minarti.
Modal untuk usaha ini berasal dari kantong pribadinya, dengan bantuan gerobak dan tenda dari pemerintah.
Namun, meski fasilitas sudah disediakan, penghasilan yang didapatkan tidak menentu.
"Penghasilan saya bisa mencapai Rp 60 ribu per hari, namun sering kali kurang dari itu. Hari ini saja saya baru dapat Rp 35 ribu," ungkapnya dengan nada pasrah.
Cuaca yang sering hujan akhir-akhir ini turut mempengaruhi penjualannya. Sebagai penjual pop ice, Minarti merasakan dampaknya langsung.
"Jika hujan, pendapatan langsung menurun karena es tidak laku," lanjutnya.
Namun, meskipun omzet yang didapatkan tak selalu memuaskan, Minarti tetap bersyukur. Baginya, berjualan adalah satu-satunya mata pencaharian yang bisa dia andalkan.
Meskipun demikian, Minarti tetap berharap ada perbaikan di sekitar taman agar kegiatan berjualan semakin lancar.
"Taman ini sangat gelap di malam hari. Kalau saja ada penerangan yang baik, saya bisa berjualan sampai malam," keluhnya.
Kondisi taman yang semakin sepi pengunjung membuat Minarti tidak sendiri dalam merasakan dampak negatif ini.
Amel, seorang siswa SMP yang sering membeli pop ice dari Minarti, menyampaikan keluhannya.
"Taman ini semakin kotor dengan banyak sampah daun yang berserakan. Itu membuat orang malas datang ke sini," ujarnya.
Amel berharap agar pemerintah dapat memperbaiki taman ini dan menjaga kebersihannya agar menjadi tempat yang menarik kembali untuk masyarakat.
"Jika taman ini dirawat dengan baik dan ramai dikunjungi, pasti pelaku UMKM seperti Ibu Minarti bisa mendapatkan manfaat dari pengunjung. Ekonomi di sekitar sini juga bisa hidup," harapnya. (*)