Berita Viral
Polisi Gugur saat Tolong Wisatawan Nyaris Tenggelam di Pantai Pangandaran, Begini Sosoknya
Begini sosok Bripka Anditya, polisi yang gugur saat menyelamatkan wisatawan yang nyaris tenggelam. Kejadian itu bermula saat Bripka Anditya bersama t
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/dstjhe5yj.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Begini sosok Bripka Anditya, polisi yang gugur saat menyelamatkan wisatawan yang nyaris tenggelam.
Kejadian itu bermula saat Bripka Anditya bersama teman-teman polisinya sedang berenang bersama.
Namun, beberapa saat kemudian mereka melihat ada seorang remaja yang nyaris tenggelam.
Akhirnya, bripka Anditya turun tangan menyelamatkan remaja tersebut.
Baca juga: Demi Selamatkan Wisatawan, Polisi Ini Gugur Terseret Arus Ombak di Pantai Pangandaran
Tapi sayang, setelah menyelamatkan remaja itu, Bripka Anditya malah terseret ombak sejauh 40 meter dari titik lokasinya terakhir.
Atas pengabdiannya, Bripka Anditya pun diberikan tanda kehormatan.
Lalu, bagaimana sih sosok Bripka Anditya tersebut?
Sosok Bripka Anditya Munartono, polisi yang gugur ketika berusaha menyelamatkan wisatawan di Pantai Pangandaran, Jawa Barat.
Bripka Anditya terseret arus di Pantai Pangandaran ketika menolong remaja berusia 14 tahun yang hampir tenggelam.
Peristiwa tersebut, terjadi pada Jumat (3/1/2025) pukul 15.30 WIB, di sekitar Pos 4 Pantai Barat Pangandaran, tepatnya di depan Hotel Century.
Baca juga: Demi Anaknya Lolos Bintara, Suratmo Jual Sawahnya Rp 500 Juta, Ternyata Jadi Korban Penipuan
Nahas, Bripka Anditya justru terseret arus ke tengah laut, sekitar 40 meter dari bibir pantai.
Bripka Anditya sempat dilarikan ke RSUD Pandega Pangandaran.
Namun, ia dinyatakan meninggal dunia di perjalanan.
Sosok Anditya Munartono
Bripka Anditya Munartono lahir di Jakarta, pada 31 Mei 1988. Saat ini, usianya 36 tahun.
Dikutip dari TribunJabar.id, Anditya Munartono berdomisili di Tasikmalaya, Jawa Barat.
Anditya merupakan anggota Polsek Pagerageung, Polres Tasikmalaya Kota.
Ia gugur ketika menyelamatkan wisatawan di Pangandaran pada Jumat, kemarin.
Baca juga: Geger, Jasad Nenek di Gresik Ditemukan Warga di Rumahnya, Korban Sempat Mengeluh Sakit
Kapolres Pangandaran, AKBP Mujianto, pun menyampaikan rasa duka cita mendalam atas gugurnya Anditya.
"Meskipun almarhum bukan anggota Polres Pangandaran, namun dedikasinya dalam menyelamatkan nyawa orang lain adalah cerminan nyata pengabdian anggota Polri kepada masyarakat," kata Mujianto melalui rilis yang diterima Tribun, Jumat (3/1/2025) malam.
Mujianto menilai, keberanian dan pengorbanan Anditya menjadi teladan yang patut diapresiasi dan dikenang oleh semua pihak.
"Almarhum Bripka Anditya telah menjaga nama baik institusi Kepolisian Republik Indonesia," ucapnya.
Dianugerahi Kenaikan Pangkat
Atas jasanya, Bripka Anditya Munartono dianugerahi kenaikan pangkat luar biasa anumerta oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Mendiang Anditya dimakamkan dengan pangkat satu tingkat lebih tinggi dari pangkat sebelumnya, yaitu Aipda Anumerta.
Baca juga: Modus Mantan Kades Maponu Korupsi Dana Desa hingga Rugikan Negara Rp350 Juta
Kenaikan pangkat untuk Anditya ini, berdasarkan keputusan Kapolri tentang Kenaikan Pangkat Luar Biasa Anumerta.
“Keputusan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia tentang Kenaikan Pangkat Luar Biasa Anumerta bagi personel Polri yang namanya tercantum dalam daftar lampiran keputusan ini, terhitung mulai tanggal 3 Januari 2025,” bunyi petikan keputusan kenaikan pangkat.
Dikutip dari situs Polri, Kenaikan Pangkat Luar Biasa Anumerta atau disingkat KPLBA, merupakan pangkat setingkat lebih tinggi diberikan kepada Anggota Polri yang gugur/meninggal dunia dalam melaksanakan tugas kepolisian.
Remaja yang Ditolong Bripka Anditya Ucap Terima Kasih
Setelah berusaha menyelamatkan nyawa seorang remaja asal Salawu Kabupaten Tasikmalaya ini, sejumlah pihak mengapresiasi sikap Bripka Anditya.
Termasuk remaja yang ditolong Bripka Andirya.
Baca juga: Fakta Kasus KDRT Ayhu Ismail, Selebgram Gorontalo, Diancam Dibunuh Suami hingga Keluarga Klarifikasi
Remaja bernama Sevina ini, mengaku bersyukur saat tenggelam di pantai Pangandaran diselamatkan Bripka Anditya.
"Tapi, orang yang menyelamatkan saya malah meninggal dunia," kata Sevina melalui video yang diterima Tribun, Sabtu (4/1/2024) siang.
Ia pun mengucapkan terima kasih kepada Bripka Anditya.
"Saya sangat berterima kasih. Semoga, amal ibadah almarhum diterima Allah SWT," ucapnya.
Kronologi Meninggalnya Bripka Anditya
Diketahui, Bripka Anditya Munartono meninggal dunia setelah terseret arus di Pantai Barat Pangandaran, Jawa Barat.
Ia terseret arus di Pantai Pangandaran ketika berusaha menyelamatkan wisatawan pada Jumat (3/1/2025).
Baca juga: Mulai 6 Januari 2025, 3 Juta Siswa Bakal Dapat Makanan Bergizi Gratis, Berikut Bocoran Menunya
Tak sendiri, awalnya Bripka Anditya bersama Bripka Wahyu tengah berenang bersama keluarga di sekitar Pos 4 Pantai Barat Pangandaran.
Lantas, ia melihat seorang wisatawan, remaja berusia 14 tahun dalam kondisi hampir tenggelam.
Masih mengutip Tribun Jabar, Anditya dan Wahyu langsung memberikan pertolongan.
Namun, ombak besar dan arus kuat membuat Anditya, remaja itu, serta saksi lain yakni Supri, terseret ke tengah laut, sekitar 40 meter dari bibir pantai.
Wahyu berhasil menyelamatkan diri menggunakan boogie board.
Baca juga: Mulai 5 Januari 2025, Hasil Akhir Seleksi CPNS 2024 Diumumkan, Ini Link dan Cara Ceknya
Sementara Anditya dan wisatawan itu, baru berhasil diselamatkan oleh kapal nelayan yang kebetulan berada di lokasi.
Mereka lantas dilarikan ke RSUD Pandega Pangandaran.
Namun, Anditya dinyatakan meninggal di perjalanan.
Pihak medis menyatakan, korban meninggal dunia akibat tenggelam dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.
(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.