Jumat, 27 Maret 2026

Berita Viral

Bos Rental Tewas Ditembak Komplotan Penggelapan Mobil di Tol Tangerang-Merak, Pelaku Ngaku TNI

Seorang pria di Tangerang ini tewas tertembak. Padahal, pria ini awalnya sedang melacak kendaraan yang disewakan.

Tayang:
Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Bos Rental Tewas Ditembak Komplotan Penggelapan Mobil di Tol Tangerang-Merak, Pelaku Ngaku TNI
istimewa/Tribunnews
Ilustrasi - Bos rental meninggal dunia dalam peristiwa penembakan di Rest Area KM 45 Tol Tangerang-Merak arah Jakarta pada Kamis (2/1/2025). 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Seorang pria di Tangerang ini tewas tertembak.

Padahal, pria ini awalnya sedang melacak kendaraan yang disewakan.

Ternyata, mobil milik pria ini bukan disewakan melainkan di bawa kabur oleh beberapa orang komplotan.

Alhasil, salah satu anggota komplotan tersebut menembak pria tepat dibagian dadanya.

Pria itu pun tewas.

rjdmjthm
Pemilik Rental Tewas Ditembak Saat Kejar Komplotan Penggelapan Mobilnya, Pelaku Ngaku Anggota TNI

Baca juga: Jadi Korban Bully, Wanita di Bogor Malah Viral Kini Laporkan Pelakunya ke Polisi

Pemilik rental tewas ditembak saat kejar komplotan penggelapan mobilnya.

Pelaku mengaku sebagai anggota TNI.

Pemilik rental mobil berinisial IA (48) tewas ditembak diduga komplotan penggelapan mobil di rest area KM 45 Tol Tangerang-Merak, Kamis (2/1/2025) pagi. 

IA menjadi korban penembakan di rest area Tol Tangerang-Merak saat sedang melacak kendaraannya yang disewakan. 

Insiden penembakan itu terjadi sekitar pukul 04.30 WIB.

Selain menewaskan IA, penembakan ini juga mengakibatkan korban berinisial R (59) terkena luka tembakan di bahu.

Adapun korban IA meninggal dunia akibat terkena tembakan di dada. 

Kronologi penembakan di rest area Tol Tangerang-Merak 

Insiden bermula saat IA melacak mobil Honda Brio yang dibawa penyewa.

Baca juga: Kesal Istri Tak Pulang 4 Hari, Pria di Malang Ini Viral Gegara Nekat Rusak 2 Ikon di Taman

Upaya pelacakan dimulai dari Pandeglang. Korban kemudian mobil itu berada di rest area KM 45, tepatnya di depan minimarket. 

“Korban bersama timnya yang berjumlah tujuh orang menggunakan mobil Xpander warna putih untuk melacak keberadaan mobil Honda Brio yang sebelumnya disewakan kepada orang lain,” ujar Kapolresta Tangerang Kombes Pol Baktiar Joko Mujiono, seperti dikutip dalam siaran Kompas TV, Kamis. 

Saat tiba di rest area itu, IA mendapati bahwa mobilnya telah berpindah tangan kepada para pelaku penembakan

Korban kemudian mencoba mengonfirmasi keberadaan mobilnya kepada pelaku. 

Namun, situasi berubah tegang ketika pelaku mengeluarkan senjata api. 

"Pelaku sempat mengeluarkan dua tembakan peringatan, lalu menembak ke arah korban. 

Tembakan itu menyebabkan korban meninggal dunia di lokasi, sementara satu orang lainnya dilarikan ke rumah sakit," tutur Baktiar. 

Pelaku penembakan kabur pakai mobil SUV Setelah melakukan aksinya, pelaku diduga melarikan diri menggunakan mobil jenis SUV. 

Kombes Pol Baktiar Joko Mujiono mengungkapkan, pelaku penembakan diduga berjumlah empat orang dan mereka bukanlah penyewa langsung mobil korban. 

Polisi masih menyelidiki lebih lanjut terkait motif penembakan serta bagaimana kendaraan yang disewakan korban bisa berpindah tangan kepada pelaku. 

Baca juga: Viral, Ogah Beli Baru, Cincin Nikah yang Jatuh ke Selokan Dievakuasi Damkar Gambir

"Masih serangkaian penyelidikan untuk mengungkap. Setelah kejadian dan adanya laporan mengenai peristiwa penembakan, kapolres, dan kasat reskrim langsung terjun untuk melakukan pengecekan TKP," jelas Purbawa.

Insiden ini menimbulkan keprihatinan dan masih menyisakan banyak pertanyaan mengenai keamanan di tempat umum. 

Polisi berkomitmen untuk menyelidiki lebih lanjut dan memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat.

Ngaku Anggota TNI

Satu pelaku penembakan sempat mengaku sebagai anggota TNI saat dikejar oleh korban di wilayah Saketi, Kabupaten Pandeglang.

Agam, anak korban tewas ikut mengejar pelaku ke Saketi, sesuai dengan titik terdeteksinya GPS yang diduga hendak dibawa kabur pelaku.

Agam menuturkan, rombongan pengejaran yang terdiri dari dia dan ayahnya IA serta tim dari rental, memergoki mobil Honda Brio miliknya melaju dari arah Pandeglang menuju Labuan.

Untuk menghentikan laju mobil, pihaknya melakukan pengadangan di depan mobil yang dikendarai pelaku.

Saat itulah, pelaku mengaku sebagai anggota TNI sembari mengacungkan senjata api.

"Dia bilang, 'siapa lo, saya dari anggota TNI AU nih, awas enggak loh', sambil nodong senjata," kata Agam.

Baca juga: Sering Ngintip Tetangga, Pria di Lampung Tengah di Tusuk Sampai Tewas

Saat aksi penodongan senjata tersebut, kata Agam, tiba-tiba muncul mobil lain berwarna hitam yang mundur dan menabrak mobil korban.

Karena hal itu, kedua pelaku kemudian kabur dengan mengendarai dua mobil ke arah Labuan lalu belok ke Carita, Anyer, dan Cilegon.

"Kita ikutin tuh dari belakang arah ke Cilegon. Ternyata pas sampai Cilegon dia ke arah Tangerang," kata dia.

Karena pelaku memiliki senjata api, pihaknya berinisiatif untuk meminta bantuan pendampingan ke Polsek Cinangka, namun ditolak.

Sambil mengejar, Agam juga sempat menghubugi rekan sesama pemilik rental untuk melakukan pengejaran.

Hingga kemudian, mobil terdeteksi berhenti di Rest Area Balaraja dan terjadi insiden penembakan.

Menurut Agam, sebelum aksi penembakam terjadi, sempat dilakukan penangkapan pelaku oleh korban IA dan rekan-rekan pemilik rental lain yang sudah datang ke rest area.

"Dipegang tangannya supaya enggak bisa bergerak, ternyata kawan yang di seberangnya itu yang pakai Sigra ada senpi juga," kata dia.

"Bapak saya sama tim menangkap itu orang karena kan awalnya kan dia itu megang senjata api. Jadi dipegang tangannya supaya enggak bisa bergerak, ternyata kawan yang di seberangnya itu yang pakai Sigra ada senpi juga," kata dia.

Agam menggambarkan, situasi saat itu mencekam, ada terdengar beberapa kali bunyi tembakan dan mengenai ayahnya dan rekannya.

Baca juga: Gegara Diabaikan, Suami Tega Membacok hingga Tewas Istrinya yang Baru Pulang ke Indonesia

Agam sendiri sempat mencari perlindungan saat tembakan berlangsung.

Setelah melepaskan tembakan, kata Agam, para pelaku dengan dua mobil tersebut kabur.

"Saya menolong Pak R, tapi ternyata ada satu korban lagi di minimarket, ternyata ayah saya sendiri yang kena tembakan di dadanya dan tangannya," kata Agam.

Kedua korban tersebut kemudian dibawa ke RSUD Balaraja, namun IA yang merupakan ayah Agam meninggal di perjalanan.

Korban R kini dirawat di RSUD Balaraja.

Kasi Humas Polresta Tangerang, Ipda Purbawa, membenarkan peristiwa penembakan tersebut. 

Pihaknya saat ini tengah melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap para pelaku.

"Masih serangkaian penyelidikan untuk mengungkap, setelah ada laporan adanya peristiwa penembakan, Kapolres, Kasat Reskrim langsung terjun untuk melakukan pengecekan TKP," kata dia. 

Purbawa juga mengkonfirmasi jika peristiwa penembakan tersebut terkait dengan rental mobil.

Viral di Media Sosial

Video saat kejadian terekam kamera amatir, dan kini menjadi viral dimedia sosial.

Salah satunya dibagikan akun X (twitter) Radio Elshinta pada Kamis (2/1/2025) siang.

"PENGUSAHA RENTAL MOBIL DIDUGA DITEMBAK PELAKU KEJAHATAN PENGGELAPAN MOBIL," tulis akun tersebut.

Menurut keterangan akun tersebut, kejadian penembakan tersebut terjadi pada Kamis (2/1/2025) dini hari.

"Beberapa orang ditembak oleh pelaku kejahatan yang diduga penggelapan unit rental mobil, Kamis (2/1) dini hari," tulisnya.

Masih menurut pengunggah, awalnya mobil disewa seseorang, namun ketika waktunya mobil dikembalikan, namun tidak ada kabar dari penyewa.

Tidak hanya itu, GPS mobil bahkan diputus hingga kemudian pemilik rental melakukan pengejaran hingga ke Rest Area Tol Balaraja, Tangerang.

"Kronologi menurut akun rentalmobilcikarang1, mobil di sewa dan harus waktunya pulang mobil belum pulang, dan GPS mobil di putus, rekan-rekan kita melakukan pengejaran ketemu lah mobil tersebut di rest area toll Balaraja Tangerang," tulis akun tersebut.

Namun, ketika pemilik rental mobil menemukan mobil tersebut, tiba-tiba terjadi kericuhan hingga korban ditembak mati.

"Di saat pelaku di datangi pemilik rental, tiba-tiba datang teman-teman pelaku yang membawa senjata api dan menembakannya," tulisnya lagi.

Unggahan tersebut kini telah mendapatkan lebih dari 1,2 juta tayangan dan dibagikan lebih dari 2 ribu kali.

Tidak hanya itu, video tersebut juga mendapatkan lebih dari 415 komentar.

"Mulai banyak yg berani pake senpi gini ga ada preventif pak? Teroris aja ada datanya ini kayak gini masak ga kedetect? @ahriesonta @ListyoSigitP @DivHumas_Polri ayolah pak masak marwah kepolisian makin gelap aja. Sedih tiap denger beritanya. Mau coba optimis tapi kok makin susah," tulis akun @RainyHindia.

"Harusnya hukuman mati ini. Pembunuhan berencana, penggelapan mobil, pemilihan senpi, lengkap Gimana pak @DivHumas_Polri @ListyoSigitP," akun @Afwan ikut mengomentari.

"ada indikasi polisi juga pelakunya,
soalnya supirnya kakaku yang biasa jemput di bandara kena juga,mobil saudaranya di gelapin sama penyewannya,orangnya ketangkep terus di sekap buat nunjukin dimana mobilnya,ternyata penadahnya ada bekingan oknum polisi berbintang,malah," akun @Okeyokey menambahkan.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved