Ayah Aniaya Anak di Gorontalo
BREAKING NEWS: Perkara Rambut, Seorang Ayah di Gorontalo Caci Maki hingga Pukuli Anak Gadis
Seorang ayah di Kecamatan Kota Utara, Kota Gorontalo tega caci maki anak kandungnya dan diunggah ke media sosial.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Viral-video-ayah-memaki-anak-gadisnya.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Seorang ayah di Kecamatan Kota Utara, Kota Gorontalo tega caci maki anak kandungnya dan diunggah ke media sosial.
Dalam video yang dibagikan di akun Facebook Alun Ebot, pelaku diduga bernama Eman Harun, tengah memarahi anak perempuannya.
Namun bukan seperti membina, Eman justru melontarkan kata-kata tidak pantas.
Bukan hanya sekali, bahkan sumpah serapah itu dilontarkan berulang kali.
"Hidup sudah setengah mati, ngana (kamu) cuma mengurus rambut?" bentak Eman.
Eman juga mengayunkan tongkat panjang ke arah kepala sang anak yang saat itu hanya merunduk di atas bantal seperti ketakutan.
Namun kayu tersebut tak sampai mengenai kepala putrinya. Perilaku Eman diduga masuk dalam kategori kekerasan terhadap anak.
Video yang diunggah pukul 13.30 Wita itu sontak menuai kritikan pedas dari warganet.
Mereka menilai Eman seperti ayah yang tidak manusiawi.
Baca juga: Fakta Terbaru Penemuan Tubuh Wanita di Wisata Tangga 2000 Kota Gorontalo, Korban Alami Pendarahan
Tidak sedikit juga yang menyerang balik Eman dengan beragam makian di kolom komentar.
Postingan tersebut kini telah viral dan telah dibagikan sebanyak 276 kali dengan 125 komentar.
Atas unggahan di akun pribadinya, Polsek Kota Utara bersama unsur TNI segera mendatangi kediaman Eman. Ia kemudian diinterogasi di Polsek Kota Utara.
"Saya meminta maaf atas perbuatan tersebut yang semata-mata kekhilafan saya," ujar Eman dalam video klarifikasinya saat berada di Polsek Kota Utara.
Video lainnya memperlihatkan Eman memeluk putrinya dengan penuh tangis tersedu-sedu. Ia tampak menyesali perbuatannya.
Kejadian ini menjadi pembelajaran bagi para orang tua untuk selalu bijak dalam mendidik anak terutama ketika menasihati. (*)