Wisata Gorontalo
Benteng Orange di Gorontalo Utara Jadi Pilihan Destinasi Wisata Sejarah di Akhir Tahun 2024
Benteng Orange merupakan salah satu tempat wisata yang dapat dikunjungi saat liburan, khususnya saat liburan akhir tahun 2024 ini.
Penulis: Efriet Mukmin | Editor: Prailla Libriana Karauwan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/dyjtj.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Benteng Orange merupakan salah satu tempat wisata yang dapat dikunjungi saat liburan.
Khususnya saat liburan akhir tahun 2024 ini, sebab di Benteng Orange ini wisatawan dapat berlibur sembari menikmati pemandangan alam serta melihat bangunan yang dibuat oleh masa kolonial pada saat Gorontalo dijajah.
Benteng yang terletak di Desa Jembatan Merah, Kecamatan Tomilito, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo memiliki jarak sekitar 62 Kilometer dari Kota Gorontalo, sedangkan dari Bandara Djalaludin sekitar 32 kilometer.
Akses Akses jalan menuju Benteng Orange sangat baik, bisa di tempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.
Baca juga: Puncak Dumbo Raya, Spot Terbaik Lihat Keindahan Kota Gorontalo di Malam Pergantian Tahun
Sesampainya di Benteng Orange ini, wisatawan hanya perlu membayar tiket masuk Rp 5 ribu per orang.
Harga ini relatif, bisa turun apabila banyak pengunjung yang datang.
Basir Lagani, penjaga Benteng Orange mangatakan banyak yang berkunjung ke tempat ini jika akhir pekan.
"Banyak wisatawan dari berbagai daerah bahkan sampai bermacam negara, mulai dari turis belanda, francis dan negara lain, ujar Basir kepada TribunGorontalo.com, Senin (30/12/2024).
Fasilitas yang disediakan di tempat ini yaitu gazebo, musola, toilet dan tempat duduk nyaman bagi pengunjung.
Baca juga: Deretan Destinasi Wisata Favorit Akhir Tahun di Gorontalo, Hiu Paus Botubarani Masih jadi Primadona
Pemandangan yang indah serta udara yang sejuk menjadi daya tarik tempat ini, sehingga wisatawan nyaman dapat menikmati alam yang ada.
Dikutip dari kebudayaan.kemendikbud.go.id benteng tersebut berdiri pada tahun 1630 oleh bangsa Portugis saat menjajah Gorontalo.
Benteng ini merupakan salah satu peninggalan bersejarah pada masa kolonial.
Baca juga: Center Point Gorontalo Bakal Jadi Pusat Perayaan Pesta Akhir Tahun di Bone Bolango
Benteng ini dibangun dengan batu karang, batu gunung, pasir, dan kapur.
Sementara untuk bahan perekatnya dipakai getah pelepah daun rumbia untuk menggantikan semen pada masa itu.
Selanjutnya, kedatangan Belanda pada awal abad ke-17 menyebabkan Portugis terdesak dan segera meninggalkan Gorontalo.