Objek Wisata Gorontalo
Wisata Kaisomaru Gorontalo, Tawarkan Keindahan Pantai yang Memukau dengan Tarif Terjangkau
Kaisomaru diambil dari nama kapal kargo Jepang yang tenggelam di sekitaran Wisata Pantai ini.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Prailla Libriana Karauwan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kaisomaru1.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Provinsi Gorontalo memang kaya akan keindahan alam yang dimilikinya.
Baik gunung maupun pantai sama-sama memiliki ketertarikan masing-masing bagi wisatawan.
Salah satunya Wisata di Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Tempat wisata ini dinamakan Pantai Kaisomaru, diambil dari nama kapal kargo Jepang yang tenggelam di sekitaran Pantai ini.
Kapal Kaisomaru disebut pernah karam di Teluk Tomini di zaman penjajahan maka dari sejarah ini mereka menamakan wisata itu Pantai Kaisomaru.
Baca juga: Wisata Pantai Botutonuo Gorontalo Dipadati Wisatawan Lokal di Akhir Tahun
Untuk mencapai tempat wisata ini, wisatawan menempuh waktu perjalanan sekira 20 menit dari Kota Gorontalo.
Sesampainya di lokasi, wisatawan juga hanya perlu membayar biaya retribusi masuk seharga Rp 5 ribu per orang.
Di tahun 2025 harga biaya masuk akan berubah seiring dengan penyempurnaan fasilitas yang ada di Pantai tersebut.
Jangan berkecil hati dulu Tribunners, sebab dengan harga demikian, Anda tidak akan kecewa dengan keindahan di Wisata ini.
Wisatawan dapat merasakan pemandangan indah dari pantai pasir putih ini.
Baca juga: Dulu jadi Primadona, Objek Wisata Mangrove In Love Gorontalo Utara Kini Tinggal Kenangan
Walaupun pantai ini sedikit berbatu, namun kaki wisatawan tidak akan terluka.
Selain itu, Pantai ini juga menawarkan pemadangan waktu senja yang memukau.
Pasalnya, bibir pantai ini langsung mengarah ke tempat matahari terbenam.
Jika ingin menikmati senja di pantai ini, pengelola telah menyediakan meja dan tempat duduk unruk menunjang kenyamanan wisatawan.
"Kita di sini telah menyediakan fasilitas seperti tempat duduk dan meja," ujar Erik Kaaba, pengelola Wisata Pantai Kaisomaru, Kamis (26/12/2024).
Baca juga: Objek Wisata Pasambaya Gorontalo Beri Diskon Akhir Tahun, Booking Sekarang!
Di pantai ini juga terdapat cottage untuk kaum rebahan yang ingin menikmati senja sambil rebahan.
Penggunaan cottage dibebankan harga sewa sebesar Rp 50 ribu.
Wisatawan juga dapat menginap di pantai ini dibebankan harga Rp 7.500.
Alat camping pun tersedia di pantai ini dengan kisaran biaya sewa sebesar Rp 35-45 ribu per tenda yang diperuntukkan untuk wisatawan yang ingin menginap.
Fasilitas lain yang disediakan seperti dua kamar mandi, dan tempat parkir gratis bagi pengunjung.
Soal pengamanan sendiri pengelola menjaga ketat bagi pengunjung yang membawa miras dan senjata tajam (sajam).
Mereka juga 24 jam berjaga di area wisata agar pengunjung merasa aman dan nyaman.
Baca juga: Fenomena Kemunculan Hiu Paus di Wisata Botubarani Gorontalo Sepanjang 2024, Terbanyak September
“Soal pengamanan tidak usah khawatir karena kami di sini berjaga setiap hari,” jelasnya.
Sejarah Pembangunan Pantai Kaisomaru
Erik Kabaa pemuda berusia 28 tahun itu merupakan inisiator terbentuknya Wisata Pantai Kaisomaru di Leato Selatan, Kota Gorontalo.
Saat ditemui Tribun Gorontalo, Kamis (26/12/2024) ia menceritakan awal pembentukan wisata tersebut.
Berawal dari keresahan anak muda di wilayah tersebut umumnya adalah seorang pelaut.
Menurutnya, menjadi pelaut tidak selalu menghasilkan uang, apalagi disaat ombak lagi naik.
Sehingga banyak anak muda terpaksa tidak bekerja karena tidak bisa mencari makanan di laut.
"Saya melihat anak muda di sini rata-rata pelaut kalau tidak turun mencari ikan otomatis mereka nganggur," ujarnya.
Erik sendiri dikenal kawan-kawannya sebagai sosok yang bisa merangkul mereka.
Hal itu terbukti dengan banyak kegiatan dimana ia sendiri menjadi ketua.
Dia pun memprakarsai pembangunan wisata Kaisomaru atas impiannya sejak dulu.
"Jadi saya punya inisiatif untuk membangun wisata dengan mengajak teman-teman," ungkapnya.
Saat itu ada sekitar 20 orang menyetujui ide Erik, mereka pun bergegas meminta izin pemerintah setempat untuk membangun wisata baru.
Setelah berhasil disetujui, para pemuda beserta Erik saling gotong royong membangun Pantai Kaisomaru ini dengan bersemangat.
Meski dana pembangunan berasal dari patungan mereka, namun hal itu bukanlah penghalang untuk anak muda ini mewujudkan keinginan mereka.
Fasilitas pertama yang dibangun adalah ayunan bagi pengunjung sekaligus kebersihan di sekeliling pantai.
"Jadi kami di situ mulai posting-posting di sosial media, karena kalau pantai bersih pasti pengunjung suka," bebernya.
Setelah itu mereka mulai membuat tempat duduk dari kayu untuk bersantai sembari menatap keindahan pantai berpasir putih di waktu senja.
Wisata itu dibentuk tahun 2022 hingga sekarang ini sudah memiliki beberapa fasilitas seperti cottage empat buah dari bantuan pemerintah dan juga dua kamar mandi serta tempat parkir.
Saat ini yang menjadi tantangan mereka adalah masih kurangnya fasilitas di tempat tersebut.
Apalagi untuk lokasinya yang tidak terlalu besar, di saat musim timur dan musim barat terjadi pergeseran pasir.
Katanya apabila musim timur pasir itu akan bergeser ke lokasi lain dan disisakan bebatuan.
Sementara kalau musim barat, maka pasir-pasir putih itu akan menumpuk di lokasi wisata mereka.
Sebagaimana diketahui, nama Pantai Kaisomaru ini diambil dari nama kapal cargo Jepang.
Kapal Kaisomaru disebut pernah karam di Teluk Tomini di zaman penjajahan maka dari sejarah ini mereka menamakan wisata itu Pantai Kaisomaru.
Wisata ini menawarkan keindahan pantai dan senja di sore hari.
Apalagi di malam hari juga lokasi ini menjadi tempat untuk camping bagi anak muda.
Harganya pun sangat terjangkau, pengunjung hanya perlu membayar Rp5 ribu per orang.
Apabila pengunjung memilih menginap maka akan membayar sebesar Rp7.500 per orang.
Dengan adanya wisata ini harapannya agar pemerintah agar pemerintah bisa mengembangkan wisata ini dengan menambah beberapa fasilitas.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.