Berita Internasional
GEGER! Dua Raksasa Otomotif Jepang, Honda dan Nissan Merger
Saham perusahaan induk ini dijadwalkan mulai diperdagangkan pada Agustus 2026, sementara saham Honda dan Nissan akan dihapus dari bursa.
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM -- Honda (7267) dan Nissan (7201) mengumumkan rencana untuk menyelesaikan integrasi bisnis mereka pada Juni 2025 dengan mendirikan perusahaan induk melalui transfer saham.
Saham perusahaan induk ini dijadwalkan mulai diperdagangkan pada Agustus 2026, sementara saham Honda dan Nissan akan dihapus dari bursa.
Integrasi ini juga melibatkan Mitsubishi Motors, di mana Nissan memiliki 24 persen saham.
Harga saham Nissan melonjak 25 persen dalam lima hari terakhir, mengimbangi kerugian setelah laporan kerugian kuartalan dan pemotongan proyeksi laba operasional sebesar 70 persen bulan lalu.
Potensi penggabungan ini didorong oleh meningkatnya persaingan dari produsen kendaraan listrik (EV) seperti Tesla dan perusahaan asal Tiongkok.
Di sisi lain, Honda mengumumkan akan membeli kembali saham senilai hingga 1,1 triliun yen (sekitar Rp96 triliun), setara dengan 24 persen dari total saham yang beredar, pada periode Januari hingga Desember 2025.
Meski valuasi saham Honda (2.000 yen) dan Nissan (700 yen) dinilai undervalued, masih ada keraguan apakah entitas gabungan ini mampu menghadapi persaingan dari Tesla dan produsen EV asal Tiongkok.
Pasalnya, kedua perusahaan dianggap kurang memiliki model EV yang kompetitif.
Pada tahun fiskal 2024, Honda menjual 4,1 juta kendaraan ringan, sementara Nissan menjual 3,4 juta unit.
Dengan jumlah tersebut, entitas gabungan ini akan menjadi grup otomotif terbesar ketiga di dunia setelah Toyota dan Volkswagen.
Namun, tumpang tindih pada portofolio model mereka diprediksi membuat pemulihan bisnis membutuhkan waktu lebih lama.
Entitas baru ini menargetkan pendapatan lebih dari 30 triliun yen dan laba operasional di atas 3 triliun yen.
Hal ini akan dicapai melalui sinergi yang mencakup standarisasi platform kendaraan, efisiensi biaya, optimalisasi kapasitas produksi, dan investasi bersama dalam pengembangan EV.
Sebagai pemegang saham terbesar Nissan dengan kepemilikan 35,7 persen, Renault berpotensi mendapatkan manfaat dari penggabungan ini.
Jika transaksi berhasil meningkatkan nilai ekuitas Nissan dan memulihkan bisnisnya, Renault dapat memperoleh keuntungan signifikan.
Dengan langkah besar ini, Honda dan Nissan menunjukkan upaya serius untuk beradaptasi di tengah perubahan besar dalam industri otomotif global.
Tantangan besar menanti, tetapi potensi transformasi ini dapat mengubah peta persaingan kendaraan listrik dunia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Merger-Honda-dan-Nisan.jpg)