Berita Viral
Diiming-iming Kerja di Restoran Gaji Rp 2,5 Juta, Remaja di Bogor Dipaksa Jadi PSK Layani 32 Pria
Seorang remaja asal Kota Bogor berinisial ZN (15) menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) setelah diming-imingi bekerja
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Viral-hdsfbgh.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM-Seorang remaja asal Kota Bogor berinisial ZN (15) menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) setelah diming-imingi bekerja di sebuah restoran di Jakarta.
Alih-alih bekerja di restoran, ZN malah dipaksa menjadi pekerja seks komersial (PSK) di beberapa hotel di Mangga Besar, Jakarta Pusat oleh tiga orang pelaku berinisial ARR (21), W (19), dan FSS (23)
“Korban dibawa dari rumah menggunakan KRL dari Stasiun Bogor lalu turun di Stasiun Mangga Besar. Setelah diajak faktanya tidak dipekerjakan di restoran, tapi dieksploitasi secara seksual di Jakarta,” ucap Kapolresta Bogor Kota Kombes Bismo Teguh Prakoso kepada wartawan, Kamis (19/12/2024).
Dalam aksinya, ARR menawarkan kepada ZN untuk bekerja di sebuah restoran di Jakarta. Setelah setuju, korban dibawa ke sebuah hotel di wilayah, Mangga Besar, Jakarta Pusat.
Setelah itu, FSS bertugas untuk menjajakan korban kepada pria hidung belang menggunakan aplikasi MiChat.
Baca juga: Nataru 2024 di Provinsi Gorontalo akan Dijaga 1.253 Personel Tim Gabungan TNI/Polri dan Stakeholder
Dalam satu kali kencan, FSS memasang tarif sebesar Rp 250.000- Rp 400.000. Korban juga dijanjikan akan digaji sebesar Rp 2,5 juta jika melayani 32 laki-laki dalam satu hari.
“Dengan syarat berhasil melayani 32 laki-laki hidung belang,” kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso di Mako Polresta Bogor Kota, Kamis (19/12/2024).
Sejak tanggal 19 November 2024 lalu, ZN sudah melayani pria hidung belang sebanyak 26 kali.
Uang itu semuanya diserahkan semuanya kepada para tersangka.
“Si W ini yang mengelola uang transaksi MiChat ini,” tambah Bismo.
Kini tiga orang sudah ditetapkan sebagai tersangka usai ZN melapor ke ibunya.
“Korban ini sempat pulang dan melaporkan hal ini kepada ibunya. Bahwa dia tidak bekerja di restoran. Ibunya lalu membuat laporan soal anaknya yang dieksploitasi seksual,” katanya.
Diketahui, Sejoli asal Kota Bogor bernama Wulan Dari (19) dan Fajar Solihin (23) ditangkap polisi usai menjadikan gadis remaja berinisial ZN (15) sebagai pekerja seks komersil (PSK) di Mangga Besar Jakarta.
Sejoli ini ditangkap bersama satu orang rekannya yakni Andhika Rizqy Ramadhani (21).
Baca juga: 2 Armada Kapal Siap Layani Mudik Akhir Tahun di Pelabuhan Feri Gorontalo
Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso mengatakan, ZN dijadikan PSK dan dijual ke pria hidung belang dengan menggunakan aplikasi michat.