Longsor Kelurahan Botu Gorontalo
Sosok Megawati Kajuju Korban Longsor Kelurahan Botu Gorontalo, Terkenal Ramah dan Mudah Bergaul
Megawati Kajuju (35) menjadi korban longsor di Kelurahan Botu, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo pada Selasa dini hari
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Megawati-Kajuju.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Megawati Kajuju (35) menjadi korban longsor di Kelurahan Botu, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo pada Selasa dini hari (17/12/2024).
Wanita akrab disapa Mega itu meninggal akibat tertimbun runtuhan bangunan rumah sekira pukul 00.00 Wita.
Sebelum insiden, Mega dan suaminya Abdurrahman Daud (35) sempat mendengar suara dinding retak.
Mega lantas menduga itu suara kucing melintas.
Namun Noval merasa tidak tenang. Beberapa saat kemudian, ia pergi ke kamar mandi untuk buang air besar.
Dari dalam kamar mandi, Noval terus mendengar suara retakan. Ia pun makin gelisah.
"Saya coba keluar untuk memeriksa, tapi pintu rumah sulit dibuka," katanya.
Noval terus mencoba membuka pintu. Sementara itu, istrinya tetap berada di dalam kamar dan melanjutkan tidurnya.
Sekira pukul 00.30 Wita, saat pintu akhirnya berhasil dibuka, bersamaan dengan itu, tanah longsor tiba-tiba menghantam rumah mereka.
Baca juga: 3 Anak Abdurrahman Daud Selamat dari Longsor di Kelurahan Botu Gorontalo, Lari Keluar Rumah
Sosok Megawati Kajuju
Menurut pengakuan sejumlah tetangga, Mega adalah sosok yang suka berinteraksi dengan warga setempat.
Bahkan ia terkenal mudah bergaul dengan orang lain, kendatipun orang itu baru dikenalnya.
Hal itupun dibenarkan Irfan Gani, kerabat korban saat diwawancarai TribunGorontalo.com, Selasa pagi (17/12/2024).
"Benar, ia sangat aktif di masyarakat," kata Gani.
Tak jarang Mega terlibat langsung pada kegiatan sosial yang diselenggarakan pemerintah.
"Terakhir dia ketemu dengan saya kemarin papasan di motor, sempat dia tegur juga," ungkap Irfan.