Human Interest Story
Cerita Roni Duawulu, 15 Tahun Jadi Sopir Bentor Gorontalo hingga Mampu Beli Mobil
Roni Duawulu menceritakan kisahnya menjadi sopir bentor di Gorontalo. Pria Kelurahan Liluwo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Roni-Duawulu.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Roni Duawulu menceritakan kisahnya menjadi sopir bentor di Gorontalo.
Pria Kelurahan Liluwo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, mengaku sudah 15 tahun menggantungkan hidupnya di kendaraan roda tiga tersebut.
"Dari tahun 2000-an, pokoknya sekitar 15 tahun," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com disela waktunya menunggu orderan masuk, Senin (16/12/2024).
Ia mengklaim sebagai salah satu pendaftar pertama kala perusahaan jasa transportasi online masuk di Gorontalo.
Informasi itu diketahui dari keluarganya di Kota Manado, Sulawesi Utara.
Masuknya jasa transportasi online sempat ditentang keras oleh tukang ojek konvensional.
"Saya termasuk di dalamnya," tukas Roni.
Seiring berjalannya waktu, Roni mulai tertarik menekuni ojol. Hal itu didasari potensi profit yang lebih besar.
Akhirnya ia memutuskan untuk mengambil kredit mobil bekas di tahun 2018.
Namun kendalanya saat itu ia tidak bisa menggunakan handphone.
Setelah diajari, akhirnya Roni mulai paham dan kian aktif mencari penumpang.
Baca juga: 978 Guru Belum Terima Tunjangan Profesi, Kemenag Gorontalo Akui Kekurangan Dana TPG Rp1 Miliar
Awal mula sopir ojol masih dapat dihitung jari, membuat keuntungan diperoleh Roni cukup besar.
Roni akhirnya bisa mengambil kredit mobil baru.
"Saya jual mobil pertama, kemudian beli yang baru," bebernya.
Tak tanggung-tanggung, Roni bahkan bisa menyekolahkan anaknya di Poltekes Gorontalo.