Rabu, 11 Maret 2026

UMKM Gorontalo

Yunita Puloo Mengolah Ikan Musiman Gorontalo Jadi Produk UKM Lezat

Usahanya yang kini dikenal dengan nama "Rhaumah" tak hanya diminati warga lokal, tetapi juga menjadi oleh-oleh favorit jamaah haji dan umrah asal Goro

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Yunita Puloo Mengolah Ikan Musiman Gorontalo Jadi Produk UKM Lezat
FOTO: Herjianto Tangahu, TribunGorontalo.com
Yunita Puloo, pelaku produk UMKM berbahan dasar ikan bernama Rhaumah. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Yunita Puloo, berhasil mengubah potensi ikan musiman di Gorontalo menjadi produk mikro kecil menengah (UKM) yang sukses. 

Usahanya yang kini dikenal dengan nama "Rhaumah" tak hanya diminati warga lokal, tetapi juga menjadi oleh-oleh favorit jamaah haji dan umrah asal Gorontalo.

Kepada TribunGorontalo.com, Yunita menceritakan bagaimana perjalanan bisnisnya dimulai.

"Awalnya hanya sebagai oleh-oleh untuk jamaah haji dan umrah," ujarnya saat ditemui pada Minggu (14/12/2024).

Meski tidak ada rencana awal untuk mendirikan usaha besar, keahlian Yunita dalam memasak dan mengolah produk-produk ikan membuatnya memulai sesuatu yang lebih besar.

Permintaan akan produk olahan ikan semakin meningkat, sehingga teman-teman dari luar daerah mulai memberikan saran untuk mengembangkan bisnisnya menjadi UMKM.

“Mereka menyarankan agar saya memproduksi secara lebih terorganisir, dan akhirnya pada 13 Juni 2018, saya resmi mendirikan UMKM Rhaumah,” tambah Yunita.

Rhaumah, yang berfokus pada produk olahan ikan Nike dan Payanggga krispi, kini menjadi andalan jamaah haji dan umrah asal Gorontalo yang membawanya ke tanah suci Mekkah, Arab Saudi.

Lokasi usaha Yunita terletak di Perum Rasaindo, Jalan Ampi, Kelurahan Molosipat U, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo.

Meskipun bahan baku ikan Nike yang menjadi bahan utama produknya bersifat musiman, Yunita memiliki cara jitu untuk menjaga kelancaran produksi.

“Nike ini kan musiman, jadi kalau musimnya saya stok banyak dan disimpan, nanti kalau ada yang pesan, baru saya produksi,” jelasnya.

Proses produksi Yunita cukup efisien. Satu kilogram ikan Nike atau Payanggga bisa menghasilkan 6-7 picis, dengan harga per picis sekitar Rp 25 ribu untuk berat 75 gram.

Menariknya, produk olahan ini memiliki daya tahan yang luar biasa, bisa bertahan hingga delapan bulan jika disimpan dengan baik.

Keberhasilan Yunita dalam mengelola usaha ini juga mulai mendapat perhatian dari sejumlah hotel besar di Gorontalo.

“Kami rutin mendapat permintaan dari Hotel Fox, Grand Q, serta suplai ke O-Mart dan Maharani,” ujarnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved