Berita Viral
Miris! Kejadian Aneh Perut Ibu Hamil 9 Bulan Tiba-tiba Hilang Janin yang Dikandungnya di Ponorogo
Aneh tapi nyata, seorang ibu hamil asal Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo berinisial SND mengaku tiba-tiba perutnya kempes jelang melahirkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/hdhfggf.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM-Aneh tapi nyata, seorang ibu hamil asal Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo berinisial SND mengaku tiba-tiba perutnya kempes jelang melahirkan.
Hal itu sontak membuat warga setempat geger. Bagaimana tidak, wanita berusia 39 tahun kehilangan janinnya pada usia kehamilannya 9 bulan.
Peristiwa ini terjadi pada Senin, 9 Desember 2024.
SND bersiap untuk pergi ke bidan, namun pada Selasa, 10 Desember 2024, ia merasakan perutnya mules.
• Warga Gorontalo Mohon Bersabar! Dari 31 Gardu yang Padam, Baru 12 yang Pulih
Baca juga: Sejumlah Toko di Kota Gorontalo Tetap Buka meski Listrik Padam, Bermodalkan Genset
Pada pagi harinya, perutnya yang sebelumnya buncit mendadak kempes tanpa mengeluarkan darah.
"Perutnya sudah kosong dan ibunya lemas," ungkap Boyadi, kakak ipar SND, pada Rabu, 11 Desember 2024.
Pemeriksaan di Bidan
Setelah perut SND kempes, keluarga membawanya ke bidan terdekat.
Hasil pemeriksaan Ultrasonografi (USG) mengejutkan, karena tidak ditemukan tanda-tanda janin atau ari-ari bayi.
"Keluarga dan warga sekitar bersaksi bahwa perut Sunarti buncit selama sembilan bulan terakhir," jelas Boyadi.
Tetangga SND, Setyo Utomo, dan warga lainnya juga mengonfirmasi bahwa secara fisik, SND terlihat hamil.
"Semua warga kaget dan tidak percaya kalau janin tiba-tiba hilang," ungkap Setyo.
Menurutnya, perubahan fisik SND selama kehamilan sangat jelas terlihat.
Baca juga: Batas Waktu Berakhir, Tidak Ada Gugatan Pilgub Gorontalo dari Rival Gusnar Ismail-Idah Syahidah
Baca juga: Miris! Gara-gara Perbedaan Pilihan di Pilkada 2024, 13 Makam Dibongkar di Bulukumba
Penanganan Medis
Kapolsek Sawoo, AKP Djoko Suseno, menyatakan bahwa SND kini telah dibawa ke puskesmas untuk pemeriksaan lebih lanjut.