Berita Gorontalo
Stok Beras Lokal Minim, Distributor Gorontalo Datangkan Pasokan dari Luar Daerah
Kondisi ini memaksa para distributor beras lokal beralih mendatangkan pasokan dari luar daerah demi menjaga ketersediaan beras untuk masyarakat.
Penulis: Faisal Husuna | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Menjelang Natal dan Tahun Baru 2025, stok beras lokal di Gorontalo mengalami penurunan signifikan.
Kondisi ini memaksa para distributor beras lokal beralih mendatangkan pasokan dari luar daerah demi menjaga ketersediaan beras untuk masyarakat.
Sofyan Yunus, salah satu distributor di Pasar Sentral Gorontalo, mengungkapkan bahwa kelangkaan stok lokal membuatnya harus mendatangkan beras dari Makassar.
Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi agar kebutuhan beras di Gorontalo tetap terpenuhi hingga akhir tahun.
“Rata-rata petani di Gorontalo baru mulai masa tanam. Stok beras lokal baru akan tersedia sekitar tiga hingga empat bulan lagi setelah panen,” jelas Sofyan saat ditemui pada Selasa (10/12/2024).
Menurut Sofyan, mendatangkan beras dari luar daerah bukan tanpa tantangan.
Proses ini memerlukan biaya tambahan, terutama untuk transportasi, sehingga modal yang dibutuhkan meningkat drastis.
“Kita harus siapkan modal dua kali lipat, untuk membeli beras dan biaya transportasi ke Gorontalo,” ujarnya.
Dengan meningkatnya biaya operasional, Sofyan memperkirakan adanya potensi kenaikan harga beras di pertengahan hingga akhir tahun 2025.
Hal ini disebabkan ketergantungan pasokan beras dari luar daerah serta tingginya biaya distribusi.
Meski demikian, ia menegaskan komitmennya untuk menjaga harga tetap terjangkau bagi masyarakat.
Saat ini, harga jual per karung dipatok sebesar Rp 650 ribu, dengan harga eceran berkisar antara Rp 11.500 hingga Rp 12.500 per liter.
“Sampai sekarang, saya tetap menjual beras dengan harga normal yang bisa dijangkau oleh warga,” tegasnya.
Kelangkaan stok beras lokal di Gorontalo disebabkan oleh masa tanam yang baru dimulai oleh sebagian besar petani di daerah tersebut.
Sofyan berharap, dalam beberapa bulan ke depan, panen lokal dapat kembali memenuhi kebutuhan pasar sehingga harga dan distribusi beras kembali stabil.
“Semoga dalam beberapa bulan ke depan, ketersediaan beras lokal bisa membaik, sehingga kita tidak terlalu bergantung pada pasokan dari luar daerah,” tutupnya.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.