Universitas Negeri Gorontalo
Rektor UNG Eduart Wolok: PBSI Sudah Ada Sejak Zaman IKIP, Kini Siap Raih Akreditasi Unggul
Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Sastra dan Budaya, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menjalani asesmen lapangan oleh Le
Penulis: Nur Ainsyah Habibie | Editor: Ponge Aldi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Pimpinan-FSB-UNG-bersama-Tim-Asessor-Akreditas-88888.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Sastra dan Budaya, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menjalani asesmen lapangan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK), Jumat (6/212/24).
Asessmen lapangan yang berlangsung di Ruang Saronde FSB, Kampus 4 UNG ini akan dilaksanakan selama dua hari, yakni 6-7 desember 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari proses penilaian untuk peningkatan akreditasi menuju predikat unggul.
Adapun tim asesor yang hadir adalah Prof Anas Ahmadi dari Universitas Negeri Surabaya dan Prof Sultan dari Universitas Negeri Makassar.
Kedatangan kedua tokoh penting ini untuk menilai berbagai aspek akademik, kelembagaan, serta manajemen jurusan.
Dalam kegiatan ini, turut hadir Rektor UNG, Prof Eduart Wolok, Dekan Fakultas Sastra dan Budaya, Prof Nony Basalamah, Wakil Dekan I, Salam, Wakil Dekan II, Zulkifli Tanipu, Wakil Dekan III, Herson Kadir, Ketua Penjamin Mutu, Herman Didipu, Ketua Jurusan PBSI, Ulfa Zakaria, Sekretaris Jurusan PBSI Eka Sartika, serta segenap jajaran dosen dan staf kepegawaian.
Untuk menyambut tim asesor, seluruh pimpinan dan dosen PBSI mengenakan pakaian karawo berwarna hijau.
Selain itu, dua mahasiswa PBSI juga turut mengenakan pakaian adat Gorontalo untuk menyambut kedatangan para tamu, termasuk rektor dan tim asesor.
Rektor UNG, Eduart Wolok, menyatakan bahwa asesmen ini merupakan momen penting baginya dan Jurusan PBSI.
“Bagi saya, ini bukan sesuatu yang menegangkan, justru saya tidak sabar menanti hasilnya. Saya yakin Jurusan PBSI siap untuk mendapatkan pengakuan akreditasi unggul,” ujarnya kepada TribunGorontalo.com, Jumat (6/12/24).
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa UNG perlu terus mendukung Prodi PBSI, mengingat prodi ini merupakan salah satu prodi tertua yang memiliki sejarah panjang di UNG.
“Bahasa Indonesia adalah jurusan tertua yang ada, bahkan sebelum UNG berdiri, masih IKIP, PBSI sudah ada dan terus memberikan kontribusi besar bagi perkembangan institusi ini,” tambah Rektor dua peridoe itu.
Selain itu, ia juga menegaskan pentingnya menjadikan PBSI sebagai pusat pengembangan bahasa dan budaya lokal Gorontalo.
“Wajib, prodi bahasa indonesia ini memang wajib menjadi pusat pengembangan bahasa dan budaya lokal di Gorontalo. Secepatnya harus diluncurkan,” tegasnya.
Tak hanya itu saja, ia juga menekankan pentingnya melestarikan bahasa dan sastra Indonesia sebagai bagian dari identitas bangsa.
“Bahasa Indonesia adalah warisan yang tak akan pernah mati, harus terus dilestarikan dan patut bersyukur menjadi bagian dari perjalanan penting ini,” tutupnya.
Proses asesmen lapangan ini juga menjadi langkah strategis bagi Jurusan PBSI untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu jurusan unggulan di Universitas Negeri Gorontalo.
| Sepekan Universitas Negeri Gorontalo Berlakukan Libur Akademik Menjelang Idul Fitri 1447 H |
|
|---|
| Rektor UNG Eduart Wolok Bakal Salat ID di Masjid Kampus, Lanjut Open House Bersama Sivitas Akademika |
|
|---|
| Festival Tumbilotohe UNG 2026, Mahasiswa Teknik Bawakan Lagu Hulondalo Lipu’u |
|
|---|
| Wakil Rektor II Universitas Negeri Gorontalo Buka Festival Tumbilotohe 2026 di Kampus IV UNG |
|
|---|
| Mahasiswa Teknik Siapkan 2.025 Lampu Hiasi Malam Tumbiltohe di Kampus 4 Universitas Negeri Gorontalo |
|
|---|