Berita Viral
Demi Motor dan Ponsel, Siswa SMK Tewas Ditikam Berkali-kali hingga Tewas oleh Pemuda di Bogor
Demi satu unit motor dan handphone milik seorang pelajar di Bogor, Pemuda 29 tahun kalap mata. Dia tega menghabisi nyawa pelajar tersebut dengan menu
Dalam foto yang diungkap penyidik Polsek Ciomas, pembunuh keji itu tampak pasrah lantaran betis kanannya diperban.
Pelaku terlihat mengenakan kaos biru dan celana hitam dan tangannya diikat di belakang punggung.
Baca juga: Dua Anggota OPM Tewas Ditembaki Aparat di Puncak Papua Tengah, Sebelumnya Terjadi Aksi Baku Tembak
Sembari melihat ke arah kamera, pelaku tampak lusuh dengan rambut bergelombang panjang seleher.
Setelah buron selama dua hari, HS akhirnya mengungkap motifnya tega membunuh Agil di rumahnya.
Ketika tiba di Mapolsek Ciomas pun pelaku digotong oleh anggota saat diturunkan dari dalam kendaraan roda empat.
"Pelaku melihat mengetahui adanya kedatangan pihak kepolisian langsung berupaya mau melarikan diri kabur dan akhirnya diberikan tindakan tegas terukur dengan melakukan penembakan melumpuhkan tepat pada kaki kanan," ujar Kapolsek Ciomas, Kompol Iwan Wahyudi, Senin (2/12/2024).
Sedangkan, Kasi Humas Polres Bogor Iptu Desi Triana menyebut pelaku menghabisi Agil muncul lantaran melihat harta yang dibawa korban.
"Motif dari pelaku yaitu ingin menguasai harta korban," ujar Iptu Desi Triana.
Baca juga: List Harga iPhone Terbaru di Desember 2024: iPhone 12 hingga iPhone 15, Bagaimana iPhone 16?
Ada dua barang berharga milik korban yang membuat HS tergerak untuk melakukan tindakan jahat.
HS pun akhirnya sadis menikam berkali-kali Agil hingga tak bernyawa gara-gara ingin menguasai sepeda motor dan ponsel korban.
"(Harta korban yaitu) satu unit sepeda motor milik korban dan satu buah unit handphone milik korban," sambugnnya.
Terkait kasus tersebut, pihak kepolisian segera menahan HS.
Kini proses penyelidikan kasus pembunuhan sadis Agil Febriyan itu pun masih berjalan.
"Saat ini pelaku telah diamankan di Polsek Ciomas Kabupaten Bogor untuk menjalani proses penyelidikan, pemeriksaan lebih lanjut. Proses hukum akan terus berlanjut hingga ke penyidikan," ungkap Iptu Desi Triana.
Sosok Pelaku
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.