Tribun UMKM
Pedagang Kalimadu Ini Berharap Wali Kota Gorontalo Mau Hilangkan Retribusi Tempat Penjualan
Karlina Bakari, pedagang nasi kucing di Jalan Kalimantan dan Madura (Kalimadu) mengungkapkan harapannya kepada Wali Kota Gorontalo terpilih.
Penulis: Faisal Husuna | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Karlina-Bakari.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Karlina Bakari, pedagang nasi kucing di Jalan Kalimantan dan Madura (Kalimadu) mengungkapkan harapannya kepada Wali Kota Gorontalo terpilih.
Ia sangat menginginkan pemerintah menghapus retribusi tempat penjualan dan mereka tidak akan dipindahkan.
Selain itu, Karlina meminta pemerintah setempat mendata para pedagang Kalimadu.
"Kami nyaman berjualan di sini karena tidak pernah digusur atau diminta membayar biaya tempat, asal kami menjaga kebersihan. Harapannya, pemerintah yang baru tetap mendukung kami," ungkap Karlina kepada TribunGorontalo.com, Minggu (1/12/2024).
Karlina bangun pagi setiap pukul 06.00 Wita. Ia menyiapkan 50 bungkus nasi kucing yang menjadi sumber mata pencaharian sejak 2020.
"Kadang sore sudah habis, tapi kalau belum, saya tunggu sampai tengah malam," jelas Karlina.
Nasi kucing itu dijual Rp5.000 per bungkus.
Karlina merasa bersyukur karena keberadaan Pusat Kuliner Kalimadu mempermudah para pedagang seperti dirinya.
Meski jumlah pendapatan tak menentu, Karlina selalu setia menanti pelanggan.
Setiap hari Jumat, jumlah porsinya akan ditambah jadi 100 bungkus.
Sebab ia sering mendapatkan keuntungan lebih besar karena langganan setianya biasa membeli hingga 100 porsi nasi kucing.
"Biasanya hari Jumat, kan ada Jumat berkah, saya biasa sediakan 100 porsi," ucapnya.
Selain nasi kucing, Karlina juga menjual aneka kue, terutama selama Ramadan.
Baca juga: 3 Fakta Kenaikan UMP Gorontalo Tahun 2025, Sejumlah Buruh Pesimis
Demi menambah penghasilan, Ia juga menjajakan dagangan di kantor Dinas Pertanian Kota Gorontalo, yang dijaga oleh adiknya.
Ia tidak merincikan persis berapa jumlah keuntungannya, namun menurutnya penjualan cukup untuk kebutuhan sehari-hari.
"Pasang surut pasti ada, tapi alhamdulillah masih bisa bertahan. Yang penting kita ikhlas dan terus berusaha," kata dia sembari tersenyum.
Ia berharap dukungan pemerintah Kota Gorontalo bisa terus memudahkan para pedagang.
"Semoga dengan dukungan dan perhatian pemerintah, Kalimadu bisa terus menjadi pusat kuliner yang membanggakan Kota Gorontalo," tutupnya.
Diketahui lebih dari 50 booth berjejer rapi di sepanjang bahu jalan Kalimadu.
Mereka menjajakan beragam makanan dan minuman mulai pagi hingga malam hari.
Jangan Ketinggalan Berita Peristiwa hingga Info Menarik Lainnya, Yuk Ikuti Halaman Tribun Gorontalo
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.