Pilkada Kabupaten Gorontalo
DPT Pilkada Kabupaten Gorontalo 2024 Bertambah, Logistik Sudah Didistribusikan ke Daerah Terpencil
Peningkatan jumlah DPT dan distribusi logistik yang berjalan sesuai jadwal menjadi langkah awal untuk menyukseskan Pilkada 2024.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Distribusi-logistik-Pilkada-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Gorontalo 2024 mengalami peningkatan dibandingkan DPT Pemilu serentak 2024.
Berdasarkan data terbaru, sebanyak 301.041 pemilih akan menggunakan hak suara mereka dalam pesta demokrasi ini.
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gorontalo, Windarto Bahua, menjelaskan bahwa Pilkada di Kabupaten Gorontalo akan melibatkan 19 kecamatan yang terdiri atas 205 desa/kelurahan.
"Jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang disiapkan adalah 701 TPS," ungkap Windarto pada Senin (25/11/2024).
Dari total DPT tersebut, pemilih laki-laki berjumlah 149.436 orang, sementara pemilih perempuan mencapai 151.605 orang.
Dengan demikian, terjadi kenaikan sekitar 1.820 pemilih dibandingkan DPT Pemilu serentak sebelumnya.
Windarto mengungkapkan bahwa kenaikan jumlah pemilih dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti adanya perpindahan penduduk dan munculnya pemilih baru.
"Kenaikan ini disebabkan oleh perpindahan pemilih antarwilayah serta adanya tambahan pemilih yang baru memenuhi syarat," jelasnya.
Selain memastikan DPT, KPU Kabupaten Gorontalo juga mulai mendistribusikan logistik Pilkada ke beberapa wilayah sulit akses.
Distribusi logistik ini dilakukan sejak H-2 pencoblosan di kecamatan-kecamatan terpencil, seperti:
Kecamatan Asparaga (10 desa, 32 TPS dengan 64 kotak suara).
Kecamatan Mootilango (10 desa, 27 TPS dengan 54 kotak suara).
Sebagian Kecamatan Telaga Biru (5 desa, 12 TPS dengan 24 kotak suara).
Windarto menjelaskan bahwa logistik akan ditransitkan di kantor kecamatan sebelum diteruskan ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS).
“Pada H-1 pencoblosan, logistik akan didistribusikan langsung ke desa-desa hingga ke TPS masing-masing,” tambahnya.