Pilkada Kota Gorontalo
276 TPS di Kota Gorontalo Diamankan 306 Polisi Selama Tahapan Pencoblosan Hingga Pemungutan
Kesiapan pengamanan ini ditandai dengan pelaksanaan Apel Pergeseran Pasukan di Lapangan Mapolresta Gorontalo Kota yang dipimpin langsung Kapolresta Go
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Sebanyak-306-Personil-dikerahkan-untuk-pengamanan-TPS-di-Kota-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Sebanyak 306 personel polisi diterjunkan untuk mengamankan 276 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kota Gorontalo selama tahapan pencoblosan hingga pemungutan suara.
Kesiapan pengamanan ini ditandai dengan pelaksanaan Apel Pergeseran Pasukan di Lapangan Mapolresta Gorontalo Kota yang dipimpin langsung Kapolresta Gorontalo Kota, Kombes Pol Ade Permana, Senin (25/11/2024).
Dari total personel, 246 di antaranya merupakan anggota Polresta Gorontalo Kota, sementara 60 lainnya adalah tambahan bantuan kendali operasi (BKO) dari Polda Gorontalo.
Kombes Pol Ade Permana menegaskan pentingnya profesionalisme dan netralitas dalam pelaksanaan tugas pengamanan di TPS.
“Laksanakan tugas dengan baik dan hindari pelanggaran di lapangan. Tetap waspada, jaga kesehatan, dan jaga netralitas kita demi nama baik institusi Polri,” ujar Kapolresta dalam arahannya.
Dari total 276 TPS, 31 TPS dikategorikan rawan, dan 1 TPS dinyatakan sangat rawan.
Untuk itu, personel diminta untuk berpedoman pada buku saku pengamanan TPS yang telah dibagikan, serta memperkuat koordinasi dengan perangkat setempat seperti RT, RW, Linmas, dan KPPS.
“Koordinasi dengan RT, RW, Linmas, dan KPPS di lokasi masing-masing sangat penting. Pastikan semua potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi,” tambahnya.
Apel ini menjadi bagian dari upaya Polresta Gorontalo Kota untuk memastikan pelaksanaan pemilu berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.
Dengan pengamanan yang ketat dan strategi yang matang, masyarakat Kota Gorontalo diharapkan dapat menyalurkan hak pilihnya tanpa rasa khawatir. (*)