Berita Viral
Gara-gara Orang Tua Beda Pilihan 3 Murid TK Dipaksa Keluarkan dari Sekolah
Kembali viral di dunia maya, 3 Murid TK dikeluarkan karena orang tua beda pilihan dengan pemilik sekaloh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/euyruwy.jpg)
"Saya belum bisa klarifikasi tentang ini, kalau mau lebih jelasnya bisa datang ke sekolah langsung. Kalau lewat HP saya tidak bisa, mohon maaf ya," jawabannya.
Namun, saat awak media mendatangi lokasi, TK Darul Fiqri tidak ada aktivitas apapun. Walaupun sempat menunggu beberapa jam dan menghubungi lewat WhatsApp, pihaknya tidak juga menemui.
Baca juga: Tanah Longsor Berunjung Maut, Jasad Kepala Unit BRI Ditemukan Bersama 1 Pegawai
Pemdes Berupaya Mediasi
Dilansir tribun-medan.com dari TribunBanyumas.com, Pemerintah Desa Pamotan, Rembang, Jawa Tengah, memanggil pihak yayasan pemilik TK Darul Fiqri terkait dikeluarkannya tiga siswa karena orangtua beda pilihan di Pilkada Rembang.
Kepala Desa Pamotan, A Masykur Ruhani atau yang akrab disapa Aang, mengatakan, dalam klarifikasi tersebut terungkap, Yayasan Darul Fiqri yang menaungi TK tersebut merupakan milik anak calon bupati yang berkompetisi di Pilbup Rembang.
Aang mengatakan, klarifikasi terhadap pihak yayasan dilakukan pada Sabtu (23/11/2024).
Menurut Aang, kejadian berawal saat pengurus yayasan pemilik TK Darul Fiqri meminta tolong kepada orangtua murid agar mencoblos paslon Bupati dan Wakil Bupati Rembang nomor 2 Harno-Hanies.
Alasan pihak yayasan, TK tersebut dikelola yayasan yang merupakan milik Harmusa Oktaviani, anak calon bupati Rembang, Harno. Harmusa juga merupakan anggota DPR RI.
"Biar tidak simpang siur, sebetulnya, dari yayasan, waktu silaturahmi ke wali murid itu dari pihak guru dan yayasan minta tolong karena punya gawe. Pak Harno kan nyalon," tutur Aang saat dikonfirmasi, Minggu (24/11/2024).
Namun, karena ketiga orangtua murid tersebut tidak bisa membantu, mereka memilih mengundurkan diri dari sekolah dengan alasan beda pilihan politik.
"(Saya konfirmasi) apa benar itu dikeluarkan, terus dia (yayasan) menjelaskan, minta tolong karena bapak nyalon minta tolong dibantu, bahasanya gitu, minta tolong," kata Aang sembari menirukan pihak yayasan.
"Sekolahnya Harmusa, anaknya (Harno) yang di DPR RI, yang punya yayasan."
"Tidak ada, apalagi mas Harno sampai mengeluarkan. Ya enggak lah, ngopeni pilihan ini sudah pusing. Fokus ke pilihan," sambungnya.
Dia mengatakan, orang tua dua siswa yang keluar dari TK tersebut diketahui bergabung dalam partai pengusung dari kubu Paslon 1 atau lawan politik Harno.
"Awalnya satu orang dan paginya tiga wali murid itu keluar. Yang keluar itu, dari partai pengusung sebelah, ini dikapitalisasi terus dimasukin ke medsos akhirnya digoreng semacam ini," tuturnya.