Universitas Negeri Gorontalo
Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo Tangani Krisis Gizi di Lokasi Bencana Bulango Utara
Kegiatan praktik ini dilakukan langsung di wilayah yang kerap dilanda banjir, yakni Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo.
Penulis: Nur Ainsyah Habibie | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Diseminasi-dan-penandatanganan-hasil-penelitian-Jumat-22112024.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melakukan manajemen gizi dalam situasi bencana.
Kegiatan praktik ini dilakukan langsung di wilayah yang kerap dilanda banjir, yakni Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo.
Adapun kegiatan ini merupakan penelitian sekaligus pengabdian masyarakat. Program dipimpin oleh Dr. dr. Vivien Novarina Kasim, M.Kes
“Hampir semua desa di kecamatan ini sering merasakan dampak bencana banjir, sehingga tempat ini menjadi lokasi yang tepat untuk pengabdian kami,” ungkap Vivien dalam acara Diseminasi dan Penandatanganan Kerja Sama Penelitian tentang Manajemen Gizi dalam Bencana, Jumat (22/11/2024).
Vivien menjelaskan bahwa penanganan krisis pangan dan gizi pada situasi bencana masih kurang optimal, baik oleh pemerintah maupun masyarakat.
Hal ini disebabkan oleh kurangnya kesiapan bertindak cepat dan tepat dalam situasi kritis.
“Banyak keluhan dari para penyintas mengenai lambannya bantuan yang diterima," katanya.
Hal ini menurut dia, menunjukkan perlunya manajemen gizi yang efektif agar pengungsi, terutama kelompok rentan seperti bayi dan balita, dapat terhindar dari kelaparan serta mempertahankan status gizinya.
Masalah utama pada bayi dan balita dalam situasi bencana mencakup kurangnya akses ASI karena terpisah dari ibu.
Kemudian melimpahnya bantuan susu formula tanpa pengetahuan cara penyajian yang benar, serta makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi mereka.
“Kelompok ini memiliki risiko kematian lebih tinggi jika mengalami kekurangan gizi mikro. Oleh karena itu, penanganan gizi harus menjadi prioritas dalam situasi darurat,” tambah Vivien.
Program ini melibatkan pemerintah desa, puskesmas, dan sekolah di wilayah Kecamatan Bulango Utara sebagai bagian dari pilot project.
Pada akhir penelitian, dilaksanakan penandatanganan kerja sama antara Fakultas Kedokteran UNG, yang diwakili oleh Dekan, Cecy Rahma Karim, dengan Dinas Kesehatan serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bone Bolango.
“Harapan kami, program ini dapat menjadi contoh untuk daerah lain dalam menangani krisis gizi pada situasi bencana,"tutup Vivien.
Sebagai informasi, juga telah diluncurkan buku panduan manajemen gizi sebagai referensi untuk membantu masyarakat dan pemerintah menangani kasus serupa di masa depan.
Advertorial
| Mahasiswa UNG Berjualan Takjil di Kota Gorontalo, Cari Sumber Dana Kegiatan |
|
|---|
| UNG Kembangkan Riset Kulit Jeruk Nipis, Buka Peluang Produk Herbal dan Nutraseutikal |
|
|---|
| Optimistis 2026 Jadi Momentum Emas, UNG Satukan Visi Tingkatkan Prestasi Mahasiswa |
|
|---|
| FK UNG Resmi Buka Prodi Anestesiologi, Rektor: Fokus Hasilkan Dokter Spesialis Kompeten |
|
|---|
| Wamen Diktisaintek Stella Christie Dorong Peneliti UNG Go Global, Soroti Tantangan dan Peluang Riset |
|
|---|