Tenggelam di Sungai Bone

Kenangan Manis Keluarga untuk Fadlianto Latengo, Bocah yang Tenggelam di Sungai Bone Gorontalo

Kehilangan anak yang dikenal ceria itu menyisakan luka mendalam bagi keluarga dan semua yang mengenalnya.

Penulis: Faisal Husuna | Editor: Wawan Akuba
FOTO: Faisal Husuna, TribunGorontalo.com
Keluarga Fadlianto Lantengo saat ditemui di rumah duka. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Suasana haru menyelimuti rumah duka di Kelurahan Pauwo, Kecamatan Kabila, Bone Bolango pada Rabu sore (13/11/2024). 

Yusuf Latengo dan Mun Atuna, orang tua Fadlianto Latengo, tidak mampu menyembunyikan kesedihan mereka.

Mata mereka merah, sesekali mengusap air mata yang terus mengalir.

Kehilangan anak yang dikenal ceria itu menyisakan luka mendalam bagi keluarga dan semua yang mengenalnya.

Tragedi itu terjadi pada sore 12 November 2024. Fadlianto, yang biasa dipanggil Fadli, tenggelam di Sungai Bone bersama sahabatnya, Rafa Pratama.

Keduanya ditemukan tak bernyawa setelah bermain di sungai yang menjadi tempat mereka sering bercengkerama.

Debi Adam, tante Fadlianto, berbagi kenangan terakhirnya bersama keponakan tercinta.

Sore itu, sekitar pukul 14.30, Yusuf Latengo, ayah Fadli, sempat bertanya apakah Fadli tidak pergi mengaji seperti biasanya.

Hari itu, Fadli menjawab bahwa jadwal mengajinya hanya tiga kali seminggu, yaitu Senin, Rabu, dan Jumat.

"Hari ini tidak ada jadwal, nanti besok," jawab Fadli santai, tak menyadari itu adalah percakapan terakhirnya dengan sang ayah.

Sekitar satu jam kemudian, pukul 15.30, Fadli berpamitan untuk bermain.

Ia pun berangkat menemui sahabat karibnya, Rafa. Keduanya memang tak terpisahkan, jika ada waktu luang, mereka selalu bersama.

Terkadang Fadli datang ke rumah Rafa, atau Rafa yang datang ke rumah Fadli. Persahabatan mereka begitu erat, saling mengunjungi layaknya dua saudara.

Debi mengenang Fadlianto sebagai anak yang baik dan rajin, bersama Rafa, ia tak pernah lupa salat dan selalu hadir di waktu mengaji.

"Mereka anak-anak baik, rajin salat, rajin mengaji," ujar Debi, suaranya bergetar menahan air mata.

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved