Investasi Bodong Batudaa
Warga Batudaa Gorontalo Curhat Ditipu Istri Seorang Polisi yang Mengaku Punya Beking Mabes Polri
Seorang korban, Yulin Yunus, dari Desa Payunga, mengungkapkan pengalamannya saat dihubungi melalui telepon pada Kamis (7/11/2024).
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Seseorang-menghitung-uang_Investasi-Bodong.jpg)
Lebih parah lagi, menurut Yulin, oknum terduga pelaku adalah istri seorang anggota polisi yang berdomisili di Kabupaten Gorontalo.
Hal ini sempat membuat korban percaya karena adanya jaminan keamanan dari pihak kepolisian.
Para korban, yang merasa sudah tidak mendapat kepastian hukum, mencoba melapor ke Polda Gorontalo.
Namun, laporan mereka ditolak dengan alasan bahwa sudah ada laporan serupa yang sedang diproses.
"Kami sempat melapor, tapi pihak kepolisian bilang sudah banyak laporan dan kasusnya sementara diproses," kata Yulin.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada perkembangan yang berarti, membuat para korban semakin frustrasi.
Tidak hanya melaporkan, warga Batudaa yang merasa tertipu juga sempat melakukan aksi demonstrasi di Polda Gorontalo dan di depan rumah oknum terduga pelaku.
Bahkan, aksi demo ini disiarkan secara langsung melalui Facebook untuk menarik perhatian publik.
Aksi tersebut berhasil menarik perhatian Kapolres Gorontalo yang turun langsung ke lokasi demonstrasi untuk menenangkan warga.
"Kapolres datang dan meminta kami untuk tidak masuk ke rumah pelaku," ujar Yulin.
Sikap oknum pelaku yang terkesan arogan dan merasa "dibekingi" Mabes Polri membuat para korban semakin geram.
Mereka berharap kasus ini segera diusut tuntas dan para korban dapat memperoleh keadilan.
"Kami ingin ada tindakan tegas dari pihak kepolisian. Jangan sampai kami terus dibiarkan menderita tanpa ada kepastian hukum," tegas Yulin.
Hingga berita ini diturunkan, tercatat lima orang korban di Batudaa, dan diyakini masih banyak korban lainnya di daerah sekitar yang belum berani melapor.
Sementara itu, redaksi tengah meminta keterangan dari Polda Gorontalo serta Polres Gorontalo terkait duduk persoalan ini kasus ini. (*)