Remaja Dititip ke Polsek Gorontalo
Viral! Seorang Remaja Gorontalo Histeris Karena Dititipkan Ibunya ke Polsek, Disebut 'Kapala Batu'
Viralnya peristiwa ini mengundang perhatian besar di media sosial, terutama di TikTok, di mana video tersebut telah mendapatkan lebih dari 67,7 ribu l
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Moment-seorang-ibu-di-Kecamatan-Dungingi-Kota-Gorontalo-mengadukan-anaknya-ke-Polisi.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Seorang remaja bernama Satrio Tomayahu (19) harus berurusan dengan polisi setelah dilaporkan oleh ibunya, Nunlawati Beu (42).
Pelaporan ini gara-gara sikap anaknya yang dianggap keras kepala dan sering melawan sang ibu.
Nunlawati pun merasa tidak sanggup lagi menghadapi tingkah putranya, sehingga membawa Satrio ke kantor polisi agar diberikan efek jera.
Ketika tiba di Polsek Dungingi, Kota Gorontalo, Satrio yang dikenal sering melawan ibunya, berubah drastis.
Ia menangis histeris, memohon ampun dan meminta untuk pulang ke rumah.
Tangis dan permohonan maafnya bahkan terdengar berkali-kali dalam video yang viral di media sosial TikTok, setelah diunggah oleh akun @rinba.23_bdn pada Selasa (5/11/2024).
Dalam video yang telah ditonton lebih dari 1,9 juta kali itu, Satrio terdengar berkata, "Mama ampun, mama jangan, minta ampun mama, mau pulang mama."
Tangisnya yang histeris membuat banyak warganet merasa iba sekaligus tersentuh dengan keputusan sang ibu yang tetap meninggalkannya di kantor polisi untuk diberikan pembinaan.
Keputusan Nunlawati untuk meninggalkan anaknya di Polsek Dungingi bukan tanpa alasan.
Menurut IPDA Roy Pidu, Kapolsek Dungingi, pihak kepolisian menyarankan agar Satrio tetap berada di kantor polisi selama beberapa hari untuk proses pembinaan.
"Biar dulu di sini barang lima hari, biar merasa," ujar seorang petugas dalam video yang beredar.
Selama 1x24 jam, Satrio terus memohon kepada petugas agar diizinkan pulang dan bertemu ibunya. Tangis dan ketakutannya semakin menjadi saat ia menyadari kemungkinan akan ditahan.
IPDA Roy menjelaskan, “Beberapa kali dia memohon dan menangis untuk dipulangkan ke ibunya.”
Nunlawati, meskipun terlihat berat hati, berharap keputusan ini bisa memberikan efek jera bagi putranya yang selama ini sulit diatur.
Kejadian ini menarik perhatian banyak warganet yang memberikan beragam komentar; banyak yang merasa simpati dengan situasi Nunlawati dan mendukung langkahnya untuk mendidik Satrio dengan cara ini.
Viralnya peristiwa ini mengundang perhatian besar di media sosial, terutama di TikTok, di mana video tersebut telah mendapatkan lebih dari 67,7 ribu like, 4.247 komentar, dan dibagikan sebanyak 8.024 kali.
Fenomena ini sekaligus menjadi refleksi bagi banyak orang tua yang menghadapi kesulitan serupa dalam mendidik anak-anak mereka di era modern.(*)