Minggu, 8 Maret 2026

Human Interest Story

Melihat Aktivitas Suci Fatmawati Maku, Ustadzah Muda Gorontalo yang Mengajar di TPQ Al-Maghfirah

Setiap harinya, ia mengajar mereka dengan penuh semangat, membimbing para murid memahami Al-Qur’an dan nilai-nilai agama Islam.

Tayang:
Penulis: Nur Ainsyah Habibie | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Melihat Aktivitas Suci Fatmawati Maku, Ustadzah Muda Gorontalo yang Mengajar di TPQ Al-Maghfirah
FOTO: Nur Ainsyah Habibie, TribunGorontalo.com
Potret Suci Fatmawati Maku tengah mengajar pendidikan agama islam kepada anak-anak secara sukarela di TPQ Al Magfirah, Desa Toto Selatan, Kecamatan Kabila, Bone Bolango, Selasa (5/11/24). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Dengan senyum hangat dan penuh kesabaran, Suci Fatmawati Maku, seorang ustadzah muda berusia 27 tahun, berdiri di tengah kelompok anak-anak yang sedang asyik belajar mengaji di TPQ Al-Maghfirah, Desa Toto Selatan, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango.

Setiap harinya, ia mengajar mereka dengan penuh semangat, membimbing para murid memahami Al-Qur’an dan nilai-nilai agama Islam.

Lulusan MA Nurut Taqwa Limboto ini, yang sebelumnya pernah menuntut ilmu di Pesantren Ar-Raudhah Hidayatullah Limboto, mengungkapkan bahwa pengalaman-pengalamannya di dunia pesantren sangat membentuk dirinya.

Tidak hanya dari segi pengetahuan agama, tetapi juga menumbuhkan kecintaan yang mendalam terhadap Al-Qur’an.

Inilah yang kemudian mendorong Suci untuk memberikan ilmu yang ia peroleh selama ini, sebagai bentuk pengabdiannya kepada masyarakat.

Suci memulai perannya sebagai pengajar di TPQ Al-Maghfirah pada Agustus 2024. Sebelumnya, anak-anak di desa ini belajar mengaji bersama ayahnya, yang juga seorang pengajar.

Namun, karena kondisi kesehatan ayahnya yang semakin memburuk, anak-anak datang kepada Suci untuk meminta bantuan, memohon agar dia bisa menggantikan posisi ayahnya yang tidak lagi mampu mengajar.

“Sebenarnya, anak-anak ini biasa belajar mengaji dengan Papa, tapi karena beliau sering sakit, sudah tidak ada yang mengajar mereka. Mereka datang ke rumah, bertanya kalau saya bisa menggantikan,” kenang Suci saat ditemui oleh TribunGorontalo.com, Rabu (6/11/24).

Meskipun awalnya merasa ragu, Suci akhirnya memutuskan untuk mengajarkan mereka setelah berdiskusi dengan suaminya.

"Saya tidak langsung setuju, tapi setelah pertimbangan dengan suami, akhirnya saya mantap mengajar,” ujar Suci, mengungkapkan pergulatan batinnya sebelum akhirnya mengambil keputusan besar tersebut.

Melihat antusiasme anak-anak yang datang dengan semangat untuk belajar mengaji, Suci merasa semakin terdorong untuk memberikan yang terbaik.

“Melihat antusias anak-anak langsung yang minta, kan, jarang juga ada anak-anak yang mau belajar mengaji,” tambahnya.

Momen tersebut semakin memperkuat tekadnya untuk mengajar dan menularkan ilmu agama yang ia miliki kepada generasi muda.

Setiap Senin hingga Kamis, selepas salat Ashar, Suci mengajarkan mengaji di TPQ Al-Maghfirah secara sukarela.

Selain mengajarkan Al-Qur’an, Suci juga mengajarkan dasar-dasar agama Islam kepada anak-anak di sana. Bagi Suci, mengajar bukanlah sebuah beban.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved