Tribun Podcast
Cerita Windarto Bahua Dulunya Pendamping Desa, Kini Pimpin KPU Kabupaten Gorontalo
Dalam Tribunpodcast pada Selasa (5/11/2024), ia bercerita tentang pengabdiannya selama sembilan tahun sebagai pendamping desa, yang menjadi fondasi ka
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Windarto Bahua, yang kini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua KPU Kabupaten Gorontalo, memiliki perjalanan karir yang panjang.
Dalam TribunPodcast pada Selasa (5/11/2024), ia bercerita tentang pengabdiannya selama sembilan tahun sebagai pendamping desa, yang menjadi fondasi karirnya di bidang pemberdayaan masyarakat.
Windarto memulai karirnya pada 2012, pasca menyelesaikan studinya, dengan bekerja sebagai fasilitator di Kementerian Desa.
"Pasca studi saya berkecimpung di dunia pemberdayaan melalui kementerian desa menjadi fasilitator," ungkapnya saat hadir pada TribunPodcast yang dipandu oleh Jefrianto Potabuga dan Arianto Panambang, Selasa (5/11/2024),
Pada waktu itu, ia tergabung dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM), sebuah program yang fokus pada pemberdayaan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat desa.
Seiring berjalannya waktu, Kementerian Desa memperkenalkan peran pendamping desa sebagai lanjutan dari program PNPM.
Windarto tidak melewatkan kesempatan itu dan melanjutkan pengabdiannya sebagai pendamping desa.
Menurutnya, peran ini membutuhkan profesionalisme, ketelitian, dan keseriusan dalam bekerja.
"Tugas-tugas seperti itu merupakan kerja profesional yang butuh ketelitian dan keseriusan," ujarnya.
Pada suatu titik, ia mengetahui adanya perekrutan untuk posisi komisioner KPU.
Tak mau menyia-nyiakan kesempatan, Windarto memutuskan mendaftar bersama beberapa rekannya.
Meski melalui proses yang panjang dan menantang, termasuk serangkaian tes administrasi, psikotes, dan seleksi lainnya, ia tetap bersemangat dan akhirnya lolos sebagai anggota komisioner KPU Kabupaten Gorontalo pada 2023.
Perjalanan ini, menurut Windarto, tak lepas dari doa dan dukungan orang-orang tercinta.
"Alhamdulillah, ini mengingatkan saya bahwa doa orang tua dan dukungan istri sangat berarti," katanya dengan penuh syukur.
Windarto kini memiliki dua anak dan seorang istri yang selalu mendukung karirnya.
Menengok ke belakang, Windarto mengenang masa studinya di Universitas Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara.
Ia mengambil jurusan Teknik karena memiliki minat besar pada matematika dan hitung-menghitung.
"Saya memilih Fakultas Teknik karena itu sesuai dengan bakat dan kegemaran saya," ucapnya.
Namun, saat Fakultas Teknik dibuka di Gorontalo pada 2001, ia memutuskan untuk pindah dan melanjutkan pendidikannya di Universitas Gorontalo.
Selain menimba ilmu, semasa kuliah Windarto aktif dalam organisasi dan bahkan bersama rekan-rekannya mendirikan media cetak sederhana.
Saat itu, tanpa akses internet, mereka mencetak dan menyebarkan berita menggunakan printer dan fotokopi.
“Kami menyebarkan hal-hal baik dan semangat mahasiswa dengan cara yang sederhana,” kenangnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.