Kasus 50 Sapi Boalemo
Distan Diminta Cek Kematian 50 Sapi di Desa Mustika Gorontalo Sebelum Terjadi Konflik Antar Warga
Dalam wawancara dengan TribunGorontalo.com pada Jumat (1/11/2024), Helmi Rasid, yang juga merupakan warga Kecamatan Paguyaman, mengungkapkan kekhawati
Penulis: Nawir Islim | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM, Boalemo – Dua Anggota DPRD Kabupaten Boalemo, Helmi Rasid dan Frait Danial, meminta Dinas Pertanian untuk segera melakukan pengecekan terkait kematian 50 ekor sapi di Desa Mustika, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo.
Permintaan ini muncul di tengah meningkatnya spekulasi di kalangan masyarakat yang berpotensi menimbulkan konflik.
Helmi Rasid, yang juga merupakan warga Kecamatan Paguyaman, mengungkapkan kekhawatirannya akan potensi fitnah yang dapat muncul jika penyebab kematian sapi tidak segera diusut.
“Saya mengharapkan agar pihak korban untuk melaporkan hal ini kepada kepolisian, agar bisa diusut apa yang menjadi pokok permasalahannya,” ujarnya.
Ia juga meminta Dinas Kesehatan untuk berpartisipasi dalam penyelidikan kasus ini.
Helmi menegaskan pentingnya masyarakat untuk tidak menyebarkan rumor terkait kematian sapi.
“Selama belum ada kepastian bahwa sapi itu diracuni atau tidak, saya meminta masyarakat untuk tidak saling menuduh,” tegasnya.
Hal ini, menurutnya, bertujuan untuk mencegah terjadinya konflik antar warga yang bisa disebabkan oleh kesalahpahaman.
Sementara itu, Frait Danial, Ketua Komisi 2 DPRD Kabupaten Boalemo, menambahkan bahwa ia telah mendengar isu ini sebelum menjabat sebagai anggota DPRD.
“Saya sudah mendengar isu ini, tetapi saat itu saya belum menemukan jawaban pasti,” ungkapnya.
Ia menekankan perlunya Dinas Pertanian untuk turun ke lapangan dan memeriksa kondisi sapi-sapi di Desa Mustika guna mengidentifikasi penyebab kematian.
“Bidang Peternakan di Dinas Pertanian harus turun langsung, cek setiap sapi di sana, untuk mengetahui apa yang menjadi penyebab utama kematian sapi-sapi itu,” tegas Frait.
Keduanya berharap agar tindakan cepat dari Dinas Pertanian dapat mencegah keributan di masyarakat. Frait juga menekankan pentingnya sikap sabar dan kerja sama dari masyarakat untuk menyelesaikan masalah ini.
“Apapun yang menjadi penyebab utama sapi itu mati, saya harapkan agar masyarakat tetap bersabar dan turut ikut membantu menyelesaikan masalah ini,” pungkasnya.
Sebelumnya, sebanyak 50 sapi mati mendadak di Desa Mustika, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo Gorontalo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/puluhan-sapi-di-Kabupaten-Boalemo-Gorontalo-mati-mendadak.jpg)